Catatan harian si pengembara dalam samsara


Campur aduk semua rasa di tempat ini. Bertemu kembali dengan guru agung, Buddha Shakyamuni yang tiada duanya. Kubersujud, kuberlutut, ku memuja nama Mu… berlindung sepenuh nya, mengakui semua kesalahan. Mengakui semua kegelisahan, kebencian, kegalauan hati yang selama ini menjadi beban dalam hati. Air matapun mengalir, masih adalah pintu maap untukku?

Berulang kelahiran aku mencari kebenaran, aku mencari jalan menuju cahaya abadi. Berulang kelahiran aku gagal dan terjerumus. Berulang kali aku memohon pengampunan, berulang kali aku menyatakan penyesalan. Berulang kali aku memohon perlindungan dan berulang kali aku mengucapkan tekad. Kali ini… aku tidak sanggup lagi. Air mata yang mengalir, batin menangis,  aku tidak sanggup lagi.

Jalan ini semakin berat. Jalan ini semakin mendaki. Jalan ini semakin sulit. Jalan ini semakin gelap, tertutup kabut, tertutup kebodohan batin. Cahaya semakin tedup, redup… semakin jauh…. semakin samar. Aku ingin menyerah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: