Catatan harian si pengembara dalam samsara

Listen 22 !!!


There goes my only possession
There goes my everything
I hear footstep slowly walking
As they gently walk across a lonely floor,
And a voice is softly saying,
Darling, this will be good-bye for ever more.
There goes my reason for living,
There goes the one of my dreams,
There goes my only possession,
There goes my everything.

As my memory turns back the pages,
I can see the happy years we had before,
Now the love that kept this old heart beating,
Has been shattered by closing of the door.

Tiba-tiba inget lagu jadul ini: There goes my everything. Pas nemu di yutobe, lengkap dengan syairnya. Ya sudah dicontek saja sama syairnya. Hihihihihihihi….. 🙂
Hmmmm…. sebetulnya lagu ini jadi mengingatkan gua pada jaman kuliah listening comprehension. Lupa semester berapa waktu itu. Tiba-tiba muncul pengumuman kalo dosen yang ngajar itu tetangga rumah plus anak dari sobat emak gua, plus enci dari teman SMP gua. Jadiiiii…. gua kudu giat belajar dan jangan sampai dapat nilai jelek supaya gak lapor ke emak gua. Plus lainnya lagi adalah gua gak boleh bolos wkwkwkwks soalna papa gua ama ibu dosen suka ngobrol. Rumah gua nomor 2, rumah ibu dosen nomor 3. Nomor 4 itu guru Matematika waktu SMA, tapi gak ngajar gua seh untungnya… wkwkwkwk.
Buat gua belajar bahasa itu susah banget. pake mata aja susah apalagi yang cuma pake kuping. Hiks… kayanya otak dengan panca indera susah bener koneknya. Nah, waktu masuk kuliah listening comprehension itu absen gua no 22. Ibu tiap ngajar pasti pake lagu-lagu jadul. Asal ibu sebut: “Twenty two…” semua syaraf gua jadi tegang, jantung jadi berdebar, mulut jadi terkunci, muka jadi panas. Wkwkwkwks…. takut gak bisa jawab padahal pertanyaannya belum diajukan. Wkwkwkwks…..
Awalnya sebel ngapain pake lagu-lagu babeh gua. Kita semua kan di lab bahasa, cuma bisa denger pake headset aja tanpa lihat gerakan bibir yang ngomong. Asal udah denger lagu 1x ibu pasti manggil mahasiswa, “nomor absennya” lalu pertanyaannya. Hiks… tegang banget. Tapi ternyata gua baru sadar bahwa lagu-lagu lama itu Inggrisnya gampang didengar dan maknanya gampang dicerna. Akhirnya gua ketagihan deh sama kuliah si ibu. Cuma lupa, 1 semester kah dengan ibu? Ataukah 2 semester????
Ibu kalo ketemu di deket rumah, papasan atau nongkrong di depan rumah, mau senyum ama gua dan kadang suka nyapa duluan sebelum disapa. Tapi kalau ketemu di kampus…. haiz… pura-pura gak kenal. Atau gak kelihatan kali ya? Hadeeeuuuhhh…. awalnya serem jadi muridnya dia. Tapi ternyata dia orangnya baik banget dan ramah banget. Gua jadi suka pengen caper kalo ketemu si cici. Hihihi….
Apa kabarnya si cici plus ibu dosen gua itu ya? Ibu Connie namnya. Lupa nulisnya. Karena dia yang ngajar, gua jadi mencintai pelajaran listening. Hihihihi… Gua jadi menyukai old songs juga. Gua jadi terinspirasi untuk listen more and more.
Semoga ibu sehat-sehat di manapun ibu berada walaupun sudah gak jadi dosen lagi.
Miss you….. 🙂
Bogor, 04.09.2017
Carya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: