Catatan harian si pengembara dalam samsara

I Wanna Be With You


I try but I can’t seem to get myself to think of anything but you
Your breath on my face your warm gentle kiss I taste the truth
I taste the truth
We know what I came here for so I won’t ask for more
I wanna be with you 
If only for a night to be the one whose in your arms who holds you tight
I wanna be with you
There’s nothing more to say 
There’s nothing else I want more than to feel this way
I wanna be with you
So I’ll hold you tonight like I would if you were mine to hold forever more
And I’ll savor each touch that I wanted so much to feel before, to feel before
How beautiful it is just to be like this
Oh baby, I can’t fight this feeling anymore
It drives me crazy when I try to
So call my name, take my hand, make my wish baby, your command
~Mandy Moore~
Dari sore jantung Teeny berdebar-debar. Sakit. Ngilu.  Teeny mencoba pergi keluar mencari hiburan. Ia mencoba pergi bersenang-senang. Ia berusaha membunuh waktu agar dapat melupakan debaran di jantungnya itu. Ia berusaha fokus dengan ucapan orang-orang di sekelilingnya. Ternyata? gagal!
Teeny berusaha menerima kenyataan. Puluhan tahun sudah berlalu. Bukan tanpa usaha. Ia terus berusaha, berusaha, dan berusaha! Namun ternyata? Ia masih belum dapat move on. Sekarang, Teeny berada di persimpangan jalan. Ia sedang berjalan lurus, namun hatinya ingin berbalik arah dan mencari jalan yang lain.
Teeny kecil sangat menyayangi Sky. Hubungan mereka sangat dekat secara batin. Teeny dan Sky jarang berbincang-bincang. Hanya dengan tatapan mata, Teeny tahu apa yang ada di dalam benak Sky. Demikian juga Sky. Ia sangat mengenal Teeny luar dalam. Tanpa kata-kata!
Usia mereka terpaut cukup jauh. Teeny sangat mengagumi Sky. Apapun yang dikerjakan oleh Sky, ia selalu menirunya. Bagi Teeny, tidak ada orang sebaik Sky. Bagi Teeny, tidak ada orang sehebat Sky. Sky selalu menjadi yang terbaik untuk Teeny. Apapun akan dilakukan Teeny agar dapat menyerupai Sky.
Pernah terjadi perpisahan. Teeny menjadi  sangat tidak berdaya. Ia  kehilangan nyawa. Ia kehilangan sukma. Ia seperti manusia robot yang berjalan tanpa pikiran dan perasaan. Begitu kehilangannya sampai Teeny tidak mampu lagi berdiri di atas kakinya sendiri. Bagaikan layang-layang putus tali, begitulah Teeny saat itu.
Setahun kemudian Sky kembali. Seperti matahari yang muncul kembali setelah awan menutupinya setengah hari. Cahayanya begitu terang, silau dan siapapun tak mampu lagi memisahkan cahaya matahari itu dengan kehidupan Teeny. Sempurna rasanya!
Seperti kata Hyang Buddha. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Akhirnya kembali Teeny harus berpisah dengan Sky. Bukan karena Sky meninggalkan Teeny seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Namun sekarang Teeny lah yang pergi meninggalkan Sky, karena Sky membuatnya kecewa, Sky membuatnya menangis. Sky kali ini gagal memahaminya.
Dua puluh tahun sudah berlalu. Teeny berjumpa kembali dengan Sky setelah beberapa tahun ini mereka sama sekali tidak lagi saling bertanya kabar. Kerinduan Teeny pada Sky, kerinduan Sky pada Teeny, ternyata tidak ada seorangpun yang dapat memisahkannya. Tidak ada seorangpun yang dapat memahaminya. Tidak ada seorangpun!!!
Mereka saling bercanda. Mereka saling berbincang, Mereka saling mendekatkan diri. Mereka jalan bersama. Mereka makan malam bersama. Semua orang menjauh. Tidak ada yang berani mengganggu. Tidak ada yang berani menyentuh. Tidak ada yang berani. Hanya mereka berdua: Teeny dan Sky.
Sudah hampir dua minggu Teeny balik ke kota asalnya. Ternyata kerinduannya pada Sky semakin lama semakin dalam. Teeny tidak lagi tidur dengan nyenyak. Teeny tidak lagi berpikir dengan jernih. Teeny tidak lagi fokus pada semua yang dikerjakannya. Yang ingin Teeny lakukan adalah, terbang menemui Sky dan selamanya selalu di samping Sky.
Sky hadir dalam mimpi Teeny setiap malam. Dalam mimpi, Teeny selalu pergi ke tempat yang sama dan mencari Sky. Ia hanya memandang Sky dari kejauhan. Ia hanya melihat Sky dari kejauhan. Ia menginginkan Sky namun ia tidak pernah mengungkapkannya kepada siapapun. Tidak ada seorangpun yang dapat menggantikan Sky. Tidak ada. Dan tidak akan pernah ada. 
Malam ini, Teeny merindukan Sky. Malam ini, Teeny ingin bersama  Sky. Malam ini, Teeny ingin menemui Sky. Hari ini Teeny sadar, mengapa ada orang yang tidak dapat move on. Hari ini Teeny sadar, mengapa ada istilah CLBK. Hari ini Teeny sadar, cinta yang tulus tidak dapat digantikan oleh harta duniawi. Hari ini Teeny sadar, hatinya selalu mengikuti Sky kemanapun ia pergi.
Teeny menangis  dalam hati. Teeny menjerit dalam hati. Teeny  berteriak dalam hati: “Aku tahu kamu selalu ada untuk aku. Aku tahu kamu selalu baik padaku. Aku merasakan kamu begitu sangat memperhatikan aku. Maafkan aku…. walaupun aku terus mencoba untuk selalu ada di samping kamu…. aku terus mencoba untuk selalu mendampingi kamu, namun ternyata kamu tidak dapat menggantikan dia yang telah lama ada dalam hidupku. Ia terlalu lama berdiam dalam hatiku. Aku tahu aku sangat egois. Aku tahu aku sangat licik. Aku tidak merelakan kamu berjalan dengan orang lain tapi aku sendiri tidak berusaha untuk melupakan dia.”
Sky seperti rumah bagi Teeny. Sky seperti pelabuhan bagi Teeny. Sky seperti keluarga bagi Teeny.  Hanya Sky yang memahami Teeny. Hanya Sky yang mengisi kehidupan Teeny. Hanya Sky yang  selalu ada dalam hari-hari Teeny. Hanya Sky. 
Inilah yang membuat hati Teeny sakit. Inilah yang membuat hati Teeny ngilu. Bukan Sky yang ada di sampingnya. Bukan sky yang selalu menemaninya. Bukan. Sky tidak pernah lagi ada di samping Teeny.
Bogor, 10.07.2017
Carya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: