Catatan harian si pengembara dalam samsara


18 Juni 2017,
60 sudah usia beliau,
Berarti aku mengenal beliau sudah hampir 30 tahun 
Dari aku masih duduk di bangku SMP, 
Sekarang sudah sama-sama jadi manusia dewasa. Ha… 🙂
Satu keberuntungan kalau hari ini aku bisa membantu menyukseskan acara Dharma Talk beliau. Rasanya seperti mimpi karena dunia sangha itu seperti yang sulit diraih. Rasanya jauh. Adanya di langit tingkat paling atas sementara aku ada di belahan bumi di tingkat yang paling bawah. Dan hari ini, aku menjadi salah satu tim sukses acara… hmmm karma baik ya… dan aku memilikinya, seperti sedang mengukir tulisan di awan namun hasilnya tercoret di dinding. Nyata!
Waktu itu Minggu, 9 Agustus 1998. Ketika aku bersama beberapa sahabat mengantar suhu pulang ke Cilincing. Di perjalanan yang jauh itu, karena Bandung-Jakarta harus lewat Cianjur belum ada tol, suhu cuma bilang: “Lu baik-baik belajar. Dia benar-benar sabar. Gak pernah gua lihat dia begitu sabarnya. Nunggu di jemur, di depan pagar sampai mukanya kaya kepiting rebus, merah banget. Biasanya marah kalau dijemur begitu. Ini suruh tunggu di depan pagar, lama hampir 2 jam gak dikasih masuk demi masukin lu”. Huhuhuhu……
Suhu, barangkali suhu juga lupa dengan kalimat-kalimat yang meluncur malam itu. Tapi buat aku, tidak… Hal ini yang selalu membuat aku selalu kembali walaupun ingin terbang tinggi jauh melayang, walaupun kadang aku sudah terbang tinggi dan jauh. Aku kembali. Aku pulang. Karena aku tahu, dia selalu ada buatku, dia selalu ada di belakangku, dia selalu ada menjaga aku.
Suhu,
Terima kasih untuk menjadi penyemangatku,
Terima kasih untuk menjadi pendukungku,
Terima kasih untuk menjadi pembaca cerita untukku,
Terima kasih untuk menjadi sumber inspirasiku,
Senyummu, menjadi penguat mereka yang sedang berduka,
Sapaanmu, menjadi obat bagi mereka yang sedang kehilangan arah.
Perjalanan 33 tahun, sungguh tidak mudah dilalui…
Dan kalian telah melewatinya.
Saya bersujud….sedalam-dalamnya, 
Semoga suhu berdua selalu berada di jalan Bodhisattva,
Tidak mudah berdiri di titik hari ini,
Kalian telah melewatinya.
Kerikil, batu yang tajam, sudah dilewati,
Entah jalan ke depan….
Semoga suhu berdua, selalu saling mengasuh, 
Saling menjaga, Saling mengasah…
Tiada kebahagiaan lain dalam diri aku,
Selain membuat mimpi-mimpi kalian menjadi nyata.
Sujud dan namaskara untuk suhu berdua.
Be happy 
Bogor, 18 Juni 2017
Carya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: