Catatan harian si pengembara dalam samsara

Dua Manusia Robot


Dua manusia robot.
Satu duduk bersila,
Warnanya merah menyala,
Kaku,
Diam, tak banyak bicara
Simbol keberanian.
Satu lagi duduk bersantai,
Warnanya hijau.
Simbol kejenakaan,
Lembut seperti bayi.
Si hijau berusaha menyapa si merah,
Si hijau berusaha menggapai si merah,
Si hijau berusaha mendekati si merah,
Si hijau berusaha memahami si merah.
Sampai satu titik, 
Si hijau merasa lelah,
Si hijau merasa salah,
Si hijau merasa capai,
Si hijau merasa tidak berguna.
Si hijau berhenti,
Mundur beberapa langkah,
Dan tidak mampu maju melangkah lagi.
Si hijau hanya berharap,
Si merah menjadi manusia bernyawa,
Si merah menjadi manusia sejati,
Si merah menjadi manusia benaran.
Setahun berlalu,
Si hijau semakin lincah,
Si hijau semakin dewasa,
Si hijau semakin berkembang,
Si hijau semakin bijaksana.
Si merah juga,
Ia menjadi nyata,
Ia menjadi mudah diraih,
Ia menjadi mudah disentuh,
Ia menjadi mudah diganggam.
Dua manusia robot,
Dua-duanya duduk bersantai,
Ada suara di antara mereka,
Meski hening, 
Namun ikatannya sangat kuat.
Seperti duri dan tangkai mawar,
Cantik.
Bila tidak hati-hati, 
Akan tertusuk durinya.
Bogor, 15.06.2017
Carya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: