Catatan harian si pengembara dalam samsara

7th ~ The Last


1st
Gua berasa kaya landak yang lagi main sendiri terus ngegelinding ke sana-kemari, begitu buka mata … lho kok gua ada di rumah orang. Terus yang punya rumah, matanya lagi liatin gua terus. Jelas dong duri-duri gua sedikit berdiri. Gua merasa asing, merasa terganggu, terusik, tapi masalahnya … gua yang masuk rumah dia duluan bukan dia yang masuk ke rumah gua. Wkwkwkwkwks…..
2nd
Apaan seh ini, kok gua disuruh buat PR segala…. cape bener. Rasanya kaya lagi ngiris bekas luka di tangan yang kering di atasnya doang sementara bawahnya masih basah pake ujung pisau yang sangat tajam Huuuuhhhhh !!! Ngilu, nyeri, tapi terus aja gua iris. Duh gustiiiiii ……
Gak bisa protes tapi pengen protes. Dan tahu-tahu gua terkesiap…. mana darahnya? hilang? Kok bisa? *takjub sesaat* Ketemulah gua ama ikan paus yang dironce. Wkwkwkwks….. Ujung talinya disimpul mati. Si landak akhirnya menidurkan duri-durinya. Belum merasa nyaman tapi paling tidak yang punya rumah gak lagi menyakiti meskipun tetep aja kudu nulis PD lagi 😀 😀 😀 😀
3rd
Akhirnya kudu balik ke alam. Cuma diri sendiri yang bisa nolong. Harapan tinggal harapan. Keinginan tinggal keinginan. Kenyataannya? Gua gak mampu. Hiks… dan biarlah dari alam kembali alam, karena memang sudah jalinannya seperti itu…. karena sudah prosesnya seperti itu…. karena sudah siklusnya seperti itu. “Waiting for Godot”. Hmmmm….. pelangi harusnya 7 warna kan???? kenapa kudu maksain pelangi 3 warna? wkwkwkwks….. Terimalah kenyataan, jangan berusaha untuk mengubahnya kalau emang tidak mampu dan tidak akan pernah mampu. 😀
4th
Gunungnya jauh tapi dekat. Dekat tapi jauh. Dia gak akan meledak, cuma dikhawatirkan meledak. Yang merasa khawatir adalah gua. Yang merasa takut ya gua juga. Yang stres masih gua juga. Hadeeuuhhhh dan balik lagi ke PR-PR tiap hari. Si landak jadi kecil hati.
5th
Wooooowwww…. banyak banget yaaaahhhh batunya. Rame… warna-warni, berserakan di mana-mana, bentuknya beragam, ada yang di atas dan ada yang tenggelam, dan gua ada di sana juga jadi bintang yang bening, tembus dipandang mata… apa aja yang diterima bisa dipantulkan lagi…. antara ada dan tiada, antara milikku dan bukan, antara isi dan hampa…. menuju pada cahaya yang tiada batas, menuju cahaya yang terang benderang, menuju cahaya yang penuh harapan. Dan gua mengantar satu per satu menuju pada hakikat sejatinya. 
6th
Idiih kok jadi gantungan seh? Hmmm…. ya sudahlah… monggo yang mau menggantungkan sesuatu, jangan sungkan. Gua relain tali-tali gua buat kalian. Meskipun awalnya merasa aneh ya tiba-tiba kok banyak baju digantung, tapi pikir-pikir lagi… namanya juga gantungan…. masa kosong gak ada yang digantung. wkwkwkwk…. teganya yang bikin soal. :p
7th
Si landak akhirnya jadi manusia juga. Kepalanya botak, punya dua mata merah tapi gak nakutin, punya hidung satu merah juga, punya mulut tersenyum, dan punya dua kuping besar yang warnanya merah juga. Badannya kuning semua. Tangan dan kakinya lagi gerak, ada kukunya. Happy. Fun. Cute. Duri-durinya hilang. Gak ada curiga lagi sama orang lain. Wkwkwkwks…. Siap jalan !
Ada 3 hal yang  gak disukai si landak: 1. liat air mata, 2. ditanya how are you? dan 3. disuruh mikir. Wkwkwkwks….. Awalnya kalau ditanya how are you? Jawabannya pasti biasa aja. Sekali waktu, yang punya rumah bilang: ‘saya tahu jawaban kamu selalu biasa aja’. Ting!!!!!! Kaya dipukul genta kepala si landak. Wkwkwkwks… sampai kamar dia mikir dah. 
Yang kedua,  ditanya sesuatu yang udah lewat… terus kan malas mikir, malas merasa juga, dan udah lewat juga lah ngapain diingat-ingat… jadi selalu spontan aja jawab yang gampang dan biasanya gak akan ditanya lagi: ‘gak tahu’. Pake muka serius, dan bahu dinaikin dikit. Sekali waktu yang punya rumah langsung respon: “Mikir!” Ting!!!!!! Kedua kalinya kepala si landak serasa dipukul genta. Wkwkwkwks… jadi mikir lagi dah. Padahal biasanya orang udah malas nanya lagi.
Well…. Sudah saatnya terbang dan mengucapkan selamat tinggal kepada si pemilik rumah yang telah mengubah si landak jadi manusia. 😀
well…. Sudah saatnya mengucapkan terima kasih kepada si pemilik rumah yang telah menyediakan ‘makanan’ dan ‘minuman’ walaupun tak pernah disentuh ( Apakah itu???? 😀 😀 😀 ) dan berjalan melangkah ke masa depan

Well… Sudah saatnya jatuh-bangun, jatuh-bangun, dan jatuh untuk terbang tinggi di udara menjadi burung elang yang perkasa.
Hari ini the last day, the 7th, penghujung di satu minggu… sisanya untuk ‘istirahat’ wkwkwkwks.. 
” 心有喜念,就是福 “ ~ “Hati yang gembira adalah keberuntungan”.
Thanks for your ears
Thanks for your tears
Thanks for your smile
Thanks for your hugs
Thanks for your support
Thanks for the breakfast 
Thanks for the homeworks
Thanks for the praises
Thanks for the surprise (let me come late 😀 )
Thanks for the bright stone
Thanks for being there dan here
Thanks for all 
Be happy Ms. Lily…. 🙂
Be healthy,
and Be here and there always. 🙂
Bogor, 25.04.2017
Carya 21:21:38
 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: