Catatan harian si pengembara dalam samsara

Gua dan keledai


Gua ingat banget peribahasa yang satu ini, gua gak mau kaya keledai selalu jatuh di lubang yang sama. Gua manusia, gua punya otak, gua punya pikiran, jadi kalau sampai jatuh di satu lubang, ya sudahlah… rasain aja sakitnya. Terus kalo udah bangkit masih jatuh juga di lubang yang sama…. hmmmm, mungkin karena gua kurang hati-hati, mungkin karena gua gampang percaya, mungkin karena gua tertipu, mungkin karena gua dibodohi. Gua bertekad dong, jangan sampai jatuh untuk ketiga kalinya. Dengan demikian gua belajar dari pengalaman, sakit itu gak enak.
Seumpama gua masih jatuh juga di lubang yang sama, berkali-kali… bukan ke-3, malah empat, lima, enam… dan seterusnya? Kalau menurut gua itu namanya bukan bodoh, tapi emang sengaja merelakan dirinya untuk dibodohi orang lain. Kalau sudah begitu, ya belajarlah dengan lapang dada, belajarlah untuk ikhlas, belajarlah untuk nerimo. Jangan menyalahkan diri sendiri juga tidak menyalahkan orang lain. Anggap emang kita lagi beramal. Anggap emang kita lagi berbuat baik. Anggap emang kita lagi belajar bijaksana di kehidupan. Dengan demikian, gak sakit lagi tokh 🙂 🙂 🙂
Bogor, 12.04.2017
Carya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: