Catatan harian si pengembara dalam samsara

Jemuran Baju


Horraayyy… gua jadi jemuran baju hari ini. Hmmm…. awalnya mau kaya model orang bule, cuma satu kaki tapi cabangnya banyak, kaya buat naro mantel-mantel kalo masuk ruangan di musim dingin. Warnanya hitam. Tapi gua pikir-pikir, bajunya kusut ntar kalo jenisnya kaos. Terus yang digantung pasti terbatas jumlahnya, gak bisa gantung banyak. Sempit banget jadinya ya. Akhirnya gua mantap dah pilih yang besar dan panjang, supaya apa juga bisa dijemur di sana.
Bahan yang gua pilih dari stainless. Diameternya cukup besar. Batangnya gak kurus. Enak dilihatnya. Kuat, kokoh, terus gak gampang goyang ditiup angin. Pasti gak mungkin roboh dan tentunya apa aja bisa digantung di sana termasuk  bantal kalo mau seh. 🙂 Jumlah batang besinya ada 4. Kaki si jemuran gua cor. Atasnya aja  kuat begitu, maka bawahnya gua bikin lebih kuat lagi biar gak roboh. Itu alasannya cor nya kuat banget banget, banget.

Gua taruh baju pertama di besi pertama, agak ke depan. Warnanya hijau muda, kaos olah raga. Hijau ini berarti cerah. Optimis. Penuh harapan. Segar. Hidup. Mandiri. Unik. Bebas dan bertanggung jawab. Kuat gantungannya. Warnanya seperti batang padi yang sedang bertumbuh. Antusias, penuh harapan. Benar-benar dalam proses bertumbuh menjadi lebih matang, lebih dewasa dan suatu saat hasil panennya melimpah. Hijaunya begitu sempurna, begitu penuh, dan sedap dipandang mata.
Berbeda dari warna baju yang lain. Ada tulisan no 1 di belakangnya. Ia selalu menjadi nomor satu dalam keluarga. Ia selalu menjadi yang terbaik dalam keluarga. Ia selalu menjadi nomor satu buat ibunya. Ia selalu menjadi nomor satu dari kecil sampai sekarang. Ia juga menjadi nomor satu untuk si kakek. Kemanapun si kakek pergi, pulangnya selalu ada oleh-oleh buat dia. Lego dari Hong Kong juga cuma buat dia. Untungnya gua boleh pake sama-sama, boleh main bareng-bareng. Untungnya dia gak pelit ama gua. Jahatnya gua suka pake barang-barang dia. Serasa itu barang punya gua semua. Tetap ya, gua jadi rajanya. Hahaha…. yaaa…. malu deh kalo ingat kelakuan gua. Gak salah juga gua dipanggil raja. Wkwkwkwks….. lha salah mereka juga lah kenapa nurut aja ama gua. 😀
Gantungan kedua kaos juga. Lebih soft hijaunya. Gantungannya miring, tidak sebebas yang pertama. Tidak sekokoh yang pertama. Namun ia tetap berkarisma. Ia membuat semua orang damai, tenang, nyaman. Ia menenangkan banyak orang. Ia juga punya harapan, ia punya masa depan. Karakter yang berbeda dengan yang pertama meskipun sama-sama hijau. Karena ia adalah orang kedua, maka ia tidak sekuat orang pertama. Ia tetap menjadi harapan, namun tidak sebanyak hijau yang dimiliki orang pertama. Hijaunya hanya sedikit, namun tetap menjadi bagian penting sehingga membuat kaos menjadi lebih indah dan cerah. Ia tetap menghidupkan suasana keluarga.
Hijau berkelamin lelaki. Hijau yang pertama terang, lincah. Berbeda sendiri. Hijau yang kedua sejuk, adem. Ada harapan yang berbeda dengan yang pertama. Harapan yang kedua adalah menjadi tempat berteduh bagi yang kepanasan, menjadi tempat bernaung di saat hujan badai, menjadi surga bagi mereka yang butuh kebahagiaan. Rileks, santai, gemar menolong, sabar, tapi tetap menjadi diri sendiri, itu menjadi karakter orang ini. Saya juga mengandalkan dia untuk melindungi orang tua, menjadi pendamping si kaos pertama. Walaupun tidak sekokoh yang pertama, namun saya yakin ia dapat diandalkan karena karakternya dapat dipercaya dan bertanggung jawab serta sabar. 
Baju tergantung yang ketiga tangan panjang. Orang yang sudah menjadi sesuatu, sudah siap menutup bukunya dan tidak perlu lagi bekerja keras karena baju yang dikenakan bukan baju untuk bekerja melainkan baju pesta. Ia ada di posisi ketiga, karena ia di sana untuk melindungi dan menjaga baju ke empat yang tergantung bebas di belakangnya meskipun tidak sebebas ke 1 dan 2. Ia di posisi ketiga karena ia di sana untuk dilindungi oleh kedua anak lelakinya dan untuk melindungi istri yang ada dibelakangnya. Ia tergantung kuat di batang stainless tersebut, karena gua harus melindungi dan mejaganya dari angin kencang. Gua tidak boleh membiarkannya jatuh tertiup angin dan akhirnya kotor sehingga disia-siakan siapapun juga.
Baju ke empat, warnanya kuning, bukan hijau, seperti batang padi yang siap untuk dipanen. Saya pikir kuning seperti rapuh, tua, tidak berdaya, lemah, dan harus dilindungi. Seperti itulah baju ini tergantung di batang besi. Ia adalah sosok yang harus selalu dilindungi dan dijaga. Ada tiga baju yang menjadi pelindungnya. Posisinya di besi ketiga. Saya sendiri juga harus melindungi dan menjaganya supaya ia tidak jatuh ke lantai. Ia belum mandiri, ia tidak dewasa, ia tidak dapat diandalkan. Ia seperti anak kecil. 
Ada gantungan baju kecil yang terayun di batang besi yang kokoh ini. Ada untaian yang cukup panjang di mana tergantung kaos kaki, serbet, handuk kecil, sapu tangan, dan apapun yang bisa digantung di sana. Seperti ada satu sistem yang sedang berlangsung. Masing-masing tergantung bebas dan di mana masing-masing memiliki beban dan porsinya.
Tidak merepotkan dan sangat bermanfaat. Tidak mengganggu penglihatan. Tidak membuat iri orang lain. Tidak membuat orang-orang marah lalu memindahkannya jauh-jauh.
Benar-benar ada kehidupan lain dalam kehidupan utama. Semuanya bergantung bebas di jemuran baju. Semuanya menjadi dunia si pemilik jemuran baju. Menyatu dengan jemuran baju. Indah. Semua menjadi bermakna. Tergantung namun masing-masing berjalan sesuai kehidupannya masing-masing.
Tidak ada yang saling mengganggu. Tidak ada yang saling menjatuhkan. Tidak ada yang saling merugikan. Masing-masing memiliki gaya sendiri. Masing-masing memiliki kepribadian sendiri. Masing-masing memiiki daya tahan dan daya juang sendiri. Berbeda, namun tetap bersama, dan bebas menjadi dirinya sendiri. 
Bogor, 11.04.2017
Carya.21:03:05
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: