Catatan harian si pengembara dalam samsara

26.03.2017


Tugas yang terlupakan atau sengaja dilupakan? Hmm…
Seperti mencari sesuatu yang sangat sangat kecil dalam tumpukan jerami di malam hari. Tanpa lampu atau cahaya pelita. Sangat gelap. Sendirian. Dan akhirnya, sungguh! Aku tidak mau lagi melangkah maju. Bahkan untuk mundur pun, malas sudah. Aku hanya diam. Tidak berusaha menikmati pemandangan karena terlalu gelap, juga tidak berusaha berlari mundur ke belakang. Juga tidak juga berusaha mencari lampu-lampu penerang yang lain. Aku hanya berdiri di sana.
Apapun tidak ada yang kulakukan. Aku tidak berusaha menjerit meminta tolong. Aku tidak berusaha menengadahkan kepala memohon kekuatan dari yang maha kuat. Aku tidak berusaha menjatuhkan barang-barang yang kupunya agar dapat kudengar berapa dalam sebenarnya kegelapan ini. Aku tidak berusaha mencari bunyi-bunyi dari alam yang mungkin saja dapat menjauhkan dari kegelapan ini. Tidak! Semua tidak!
Aku hanya diam. Aku menikmati diamku saat ini. Aku menikmati diamku sekarang ini. Aku menikmati setiap detak jantung yang berguncang dalam diriku. Aku menikmati setiap momen demi momen karena aku tahu, saat melangkah maju atau mundur, momen ini akan hilang dan entah kapan akan kembali.
Carya, 26.03.2017. 09:18:47
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: