Catatan harian si pengembara dalam samsara

14.03.2017


Mencoba menyingkap tabir misteri gunung yang tinggi menjulang seperti membongkar kuburan tua di tengah malam. Ia tidak ingin diselami, ia tidak ingin diganggu, ia tidak ingin dikhawatirkan, ia tidak ingin diusik. Namun manusia tetap saja menggodanya dan membangunkannya. Menjadikan tidurnya tidak tenang dalam keabadian. Dan seandainya ia bangun nanti, kamu pun akan terkejut dengan apa yang akan dilakukannya. Dan itu akan membuat kamu ketakutan. Karena ia adalah penguasa kegelapan. Ia adalah makhluk gelap pekat yang menanti mangsa berikutnya.
Aku benci gunung itu. Aku benci. Ia telah menelan banyak korban. Ia telah menelan orang-orang yang kucintai. Ia telah menelan orang-orang terdekatku. Ia telah menelan orang-orang yang kukenal. Ia telah menelan orang-orang yang sayang padaku. Ia telah menelan semua kehidupanku. Ia telah menelan semua milikku yang paling berharga. Ia telah menelan semua yang kusayang. Ia menelan semuanya.
Aku benci gunung itu. Aku benci. Aku tidak mau mendekat. Aku tidak mau merabanya. Aku tidak mau mendekatinya. Aku ingin memandangnya dari jauh saja. Aku tidak ingin melihat mereka dalam perutmu. Aku tidak ingin melihat mereka keluar dari perutmu. Aku tidak ingin melihat semuanya. Aku tidak ingin!!!!
Aku marah karena kamu sudah menelannya. Aku marah karena kamu telah membuat aku sendirian. Aku marah karena kamu membuat mereka semua pergi. Aku marah karena kamu membuat kehidupanku seperti ini. Aku marah… aku marah… aku marah tapi aku tidak berdaya. Aku seperti batang pohon kering yang tidak menerima air di saat musim hujan. Aku seperti manusia kelaparan di tengah pesta kebuh yang sangat meriah dan sarat dengan makanan. Aku seperti makhluk mati di tengah keramaian manusia-manusia yang penuh dengan ambisi.
Kamu membuat aku merana. Kamu membuat aku sedih. Kamu membuat aku tidak hidup. Kamu membuat aku tidak berdaya. Kamu membuat aku tidak dapat melangkah. Kamu membuat aku berlutut, memohon agar mereka kembali kepadaku. Kamu membuat aku berlutut, memohon agar kamu jangan mengambil mereka. Kamu membuat aku berlutut, memohon agar kamu jangan mengambil semua milikku.
Jangan…. Jangan kamu ambil. Mereka milikku dalam kehidupan ini. Mereka harus ada dalam hidupku. Dan mereka harus hidup. Mereka tidak boleh mati. Mereka tidak boleh pergi. Mereka tidak boleh ada dalam perutmu. Tidak boleh !!!!
Kamu… kamu jahat.
Kamu penghianat kehidupan.
Kamu tidak indah, kamu jelek.
Kamu menyebalkan.
Kamu tidak menyenangkan.
Kamu benar-benar monster terkutuk.
Kamu !!! Kamu !!!
Kamu… pergilah kamu jauh-jauh.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: