Catatan harian si pengembara dalam samsara

Memotivasi Diri Sendiri


Aku adalah manusia biasa, yang jatuh berkali-kali di lubang yang sama. Aku adalah manusia biasa, yang hanya sesaat bangkit dari kubangan lumpur, kemudian kembali pada tempat nyamanku itu. Aku adalah manusia biasa ketika manusia-manusia lain melakukan kesalahan yang melanggar norma masyarakat, aku turut melakukannya. Aku adalah manusia biasa, yang ketika semua orang larut dalam kegalauan, aku sedang menikmati kegalauan itu. Aku adalah manusia biasa, jadi jangan pandang aku seperti manusia super.
Di balik kegalauanku itu, aku masih punya cita-cita luhur, aku ingin mencapai penerangan sempurna seperti Buddha Shakyamuni. Di balik keresahanku itu, aku masih punya tekad luhur, aku ingin seperti Bodhisattva Ksitigarbha yang tidak akan menjadi Buddha sampai isi neraka kosong. Di balik kemalasanku itu, aku masih punya keinginan luhur, aku ingin menjadi Buddha Bhaisjayaguru yang menjadi obat bagi makhluk manapun yang membutuhkan bantuan. Di balik pikiran-pikiran manusiaku, aku punya sesuatu yang luhur.
Hari ini aku merasa sendirian. Hari ini aku merasa tenggelam. Hari ini aku merasa tersudut. Hari ini aku merasa menemukan sesuatu: Jadilah penerang bagi diriku sendiri seperti yang selalu diajarkan Buddha. Kepala boleh sama botak, baju boleh sama warna, tapi tekad dan tujuan kita ternyata berbeda. Dan aku belum menemukan teman seperti aku.
Hari in aku katakan pada diriku sendiri. Begitu banyak orang yang ingin menyebrang ke pantai seberang, namun hanya sedikit yang bisa mencapainya. Sebagian besar hanya mondar-mandiri di tepian pantai. Aku pastikan aku akan menjadi orang yang menyeberang ke pantai seberang. Aku bukan orang yang hanya mondar-mandiri di tepian.
Walaupun sendiri, aku akan terus bertahan. Walaupun sendiri, aku akan terus berlayar. Walaupun sendiri, aku akan terus berjuang. Walaupun sendiri, aku akan terus bersinar. Aku harus sempurna dalam enam paramaita. Aku harus maju meskipun batu karang di depanku. Aku harus lebih semangat lagi, aku harus lebih kreatif lagi, aku harus lebih konsentrasi lagi. Pelatihan adalah milikku, bukan milik orang lain. Semoga apa yang telah kulakukan, membuat tanah suci para Buddha. Membalas empat budi besar, menolong mereka di tiga alam sengsara, dan pada akhirnya kita bersama lahir di alam bahagia.
Semoga aku selalu dipertemukan dengan teman dan guru spiritual yang dapat menuntunku pada jalan kebuddhaan. Semoga aku selalu berada di jalan dharma. Semoga semua makhluk hidup bahagia.
Tadyata om gate gate paramgate parasamgate bodhi svaha.
Carya.
10.02.2017

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: