Catatan harian si pengembara dalam samsara

Little Pole


Little Pole adalah seekor anak beruang kecil yang bulu-bulunya sangat halus dan berwarna sangat putih. Saking putihnya, ia dianggap  cute, polos dan tidak berdosa. Little Pole jarang tersenyum dan jarang berbincang-bincang. Ekspresi mukanya datar. Secara fisik, badannya tidak terlalu gemuk, sedang-sedang saja.  Di kelas, Little Pole lebih banyak berdiam diri dan memperhatikan gerak-gerik si guru dan teman-temannya. Untuk Little Pole diam adalah emas.🙂
Kemarin adalah hari terakhir Little Pole pergi ke sekolah. Mereka sudah lulus. Sertifikat pun sudah dibagikan. Little Pole pulang dengan hati yang tidak jelas… tidak gembira, tidak sedih, tidak semangat, tidak semua. Little Pole sendiri juga heran. Ia tidak seperti teman-temannya: ada yang bahagia, ada yang menangis, ada juga yang bersemangat. Little Pole bingung terhadap perasaannya sendiri. Bagi Little Pole, semuanya memang harus berjalan sesuai proses.
Kemarin sebelum Exit, sesudah ibu guru memberikan box kupu-kupunya tanda metamorfosis Little Pole dan kenang-kenangan Trust the Process, Litle Pole mengucapkan sebuah doa. “Semoga semua yang hadir dalam ruangan itu dapat menjadi pelita bagi siapapun tanpa membedakan agama, ras, suku bangsa, usia, gender, budaya dan pendidikan.”  Menurut Little Pole hati itu sangat penting karena hati akan  menyatukan fisik mereka setelah semua berpencar. Kemudian Little Pole  menaruh pelitanya di tempat yang paling safe menurutnya, yaitu di antara  pelita ibu guru dan temannya yang tertua. Xixixixi… coz Little Pole tidak mau sendirian. Little Pole kemudian pergi bersama teman-temannya.
Pagi ini Little Pole terbangun karena mimpinya. Dalam mimpi, temannya si Belalai mengatakan entah kepada siapa… suaranya lantang dan tegas: “Pole dengan jelas bilang bahwa mulai hari ini Pole sudah tidak mau lagi dengan orang itu. Bahkan Pole mengatakan bantalnya kotor dan sangat tidak menyenangkan untuk Pole. Pole bener-bener sudah tidak mau lagi dengan orang itu”. Little Pole langsung terbangun dan membuka matanya. Sayup-sayup terdengar suara azan. Hmm.. masih pagi. Dan tiba-tiba air mata Little Pole mengalir dengan deras. Pole menangis. 
Dalam mimpi, Little Pole pergi ke rumah tua yang banyak kenangan. Sudah lama Little Pole tidak masuk ke rumah tua itu. Hari itu Little Pole berpikir, di sana tidak ada seorang pun di sana. OOoowww… Ternyata ramai sekali. Little Pole  masuk ditemani kawan yang lain. Little Pole lapar dan ingin makan. Saat belok ke kanan, Little Pole melihat banyak sekali orang berdiri di depan pintu kantor itu. Little Pole berjalan terburu-buru. Ia berjalan lurus  tanpa melihat ke kanan-kiri, depan-belakang. Begitu Little Pole tersadar bahwa ia baru saja melewati patung yang berdiri di sebelah kanan di dekat tiang, langsung Little Pole membalikkan badan. Itu bukan patung!!! Itu adalah orang yang selalu bersinar di dalam hidupnya. Orang itu sedang  tersenyum sambil memandang Little Pole. Ia adalah Big Pole. Little Pole bertatapan mata dengan Big Pole. Dalam dan teduh. Sadar, Little Pole langsung menyapa Big Pole, maap aku tidak melihat kamu. Big Pole menjawab sambil tersenyum, “Sebesar ini masih gak kelihatan juga?” Tatapan matanya membuat Pole merasa hangat. Ini sosok yang selalu menghidupi Pole setiap hari setelah Pole merasa ditinggalkan mama.. Little Pole tersenyum dan membalikkan badan. Ia tahu, tatapan mata itu masih mengikuti di belakang punggungnya.
Big Pole lah yang membangunkan Little Pole pagi ini. Big Pole yang sudah membuat mata little Pole menangis. Big Pole yang sudah membuat hidup Little Pole bercahaya, datang dalam mimpinya tadi pagi. Selama kuliah kemarin, Little Pole sudah menyingkirkan Big Pole dalam hidupnya. Little Pole memilih Dark Bear sebagai secondary person nya. Semalam Little Pole sadar, Dark Bear juga terlalu sempurna untuk Little Pole. Ia tidak sanggup berjalan bersama Dark Bear. Bahkan berjalan di belakang Dark Bear pun Little Pole tidak sanggup. Itu yang membuat Little Pole terbangun dan menangis tersedu-sedu. Little Pole merindukan Big Pole nya yang sudah hilang. Sebenarnya Big Pole tidak hilang. Ia selalu ada untuk Little Pole. Hanya saja Little Pole menjauhi Big Pole karena Little Pole menganggap banyak anak lain yang lebih membutuhkan sosok Big Pole dibandingkan dirinya.😦
Little Pole tahu, ia sudah menaruh Big Pole di atas langit sana, sebagai bintang yang paling besar. Ia dianggap selalu bersinar untuk Little Pole terutama  saat Little Pole  merasa sendirian di malam hari. Akhirnya Little Pole sadar, mengapa sewaktu interview kemarin ia sempat mengatakan karena ingin mengatakan kepada ibu guru, bahwa ia takut sekali melihat sorot mata ibu guru sampai di tiga bulan pertama. Bahkan saat mengatakan hal tersebut, hatinya tercekat.. Little Pole merasa ingin menangis. Little Pole menahan tangis dengan tersenyum dan mengatakan, mungkin sinar mata itu terlalu teduh untuk dirinya. Ya… terlalu teduh meskipun ibu guru bilang misterius🙂 Ternyata, sinar mata itu mengingatkan Little Pole pada Big Pole nya, yang selalu melindungi, menjaga, dan memandangi Little Pole bila ia sedang gundah. dan Little Pole tidak sanggup memiliki sorot mata itu selamanya.😦
Big Pole seperti mama untuk Little Pole. Ia menjaga, merawat, mengasihi, mencintai, melindungi,  dan mencerahkan. Dan yang paling penting, Big Pole selalu hadir untuk Little Pole di manapun Little Pole berada. Bahkan dalam mimpi pun,Big Pole selalu menemani Little Pole.
Little Pole pun benyanyi pagi ini tentang Fairy Tales:
“In the misty morning when I saw your smiling face,
You only looked at me and I was yours,
But when I turned around you were nowhere to be seen
You had walked away and closed the door.
When will I see your again
When will the sky start to rain
When will I know that you’re mine
Did I ever meet you in the sunshine
And when we were apart a thousand years away
Did I ever hold you in the moon light
Did we make every minute last another day
On a cold December night I gave my heart to you
And by summer you were gone
Now as days grow old and the stars start to dim
All I have are memories and this song
When will I see you again
When will the sky start to rain
When will the star start to shine
When will I know that you’re mine
In that misty morning when i saw your smiling face….”
Lagu ini dipersembahkan Little Pole untuk Big Pole nya yang ada di atas langit sana, yang selalu menjadi bintang untuk Little Pole. Terus bersinar  untuk Little Pole meskipun ia sangat sulit digapai dan hanya bisa dipandang dari dalam jendela kamar Little Pole ketika ia merasa sendirian dan butuh pelindung. 
Selamat pagi dunia….. Selamat pagi Anak-anak se-dunia.
Selamat hari Anak…. 23.07.2016
Big hug untuk seluruh anak di dunia….🙂🙂🙂
Semoga kebahagiaan menjadi milik kita semua.
Carya. 24.07.2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: