Catatan harian si pengembara dalam samsara


Perjalanan menuju Belanda dari Jakarta, dengan 1x transit di Singapore, membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Berapa lama tepatnya, aku lupa. Tiketnya juga sudah tidak tahu ada di mana.😀 Trip ke dua perjalanan ke Eropa yang sangat mengesankan tetapi membuat bingung apa yang akan terjadi setelah mendarat di sana. Kok ke dua? Ya, pertama kali ke Eropa 10 tahun lalu ikut retreat Dagpo Rinpoche di Perancis. Walau perjalanan bukan sendirian, ada suhu, ada 3 bhiksu lainnya, tapi tetap saja rasa was-was muncul. Itulah pikiran manusia, yang selalu berkeliaran ke depan walaupun tidak jelas juga apa yang dikhawatirkannya. Hehehe….😀😀😀
Tanggal 6 pagi waktu setempat, akhirnya tiba juga di bandara Amsterdam. Brrrr… dinginnya… angin kencang, udara mendung, rasanya badan ini mau ikut terbang melayang ke udara saja saking tidak kuatnya menahan tiupan angin. Haha… tapi kalau disuruh terbang sendirian ke udara, gak mau juga… takut.😀😀😀 Bandara yang menyenangkan, karena begitu banyak toko-toko di dalamnya. Ternyata, bandara bergabung dengan mall… atau mall bergabung dengan bandara? Entah… yang pasti ada mall, ada bandara, ada yang bisa dilihat, dan dibeli tentunya. Hahaha….
Udara yang sejuk, dibandingkan Jakarta. Jalanan yang lebih lengang, dibandingkan Jakarta juga. Polusi udara yang tidak separah Jakarta. Itu membuat kerinduan akan Jakarta semakin menguat. Di jakarta, dengan motor-motor yang menyemut di setiap lampu merah, para penyeberang jalan yang nekad menyeberang hanya mengandalkan lambaian tangan, trotoar yang dipenuhi dengan tukang gorengan, tukang mie, tukang es, dan gelandangan yang berkeliaran di jalanan… Hmmm betapa indahnya Jakarta, begitu indahnya Indonesia. Aku ingin pulang buru-buru..
Peresmian vihara diadakan tanggal 9 Desember 2015. Banyak sekali orang-orang keturunan Chinese menghadiri peresmian Vihara Long Quan Great Compassion Monastery. Luar biasa… jodoh pertalian di masa lalu yang mungkin sudah kuat akarnya, kini aku menjadi salah satu akar yang hadir di tempat ini. Mungkin juga karena kebajikan-kebajikan yang telah aku lakukan, maka aku dapat hadir di sini bersama-sama dengan mereka, di negara Belanda… menyaksikan peresmian vihara dan bermudita atas kegembiraan rakyat di sini. Sungguh membuat terharu batin ini, saat menghadiri upacara peresmian vihara, sampai kegiatan Workshop sore hari dan berakhir dengan upacara Trisarana yang diikuti oleh 100-an umat. 
Dalam Workshop, ada 7 pembicara yang diundang yaitu 3 orang profesor, 1 orang Doktor, 1 orang kandidat Doktor, 1 orang Bhiksuni Fo Guang Shan, dan 1 orang master Zen Jepang. Aku menikmati sentuhan kasih dari para guru besar tersebut. Dharma ada di mana-mana, dharma adalah kebenaran, dan kebenaran adalah milik setiap orang. Kalau setiap orang memiliki kebenaran yang sama, kenapa kita harus memperdebatkan sesuatu yang diselimuti kabut kegelapan batin? Tokh, pada akhirnya tidak ada yang harus diperebutkan… emptyshunyata.
Pekerjaan rumah untuk para bhiksu-ni mahayana dari 南傳佛教 yang ingin mengembangkan buddhadharma di Eropa adalah, “Bagaimana Easterners yang Religius, Membuat Westerners yang Sekular Menjadi Religius dengan Cara yang Sekular”. Wow…. tantangan yang sungguh luar biasa mengingat westerners mengaku beragama Buddha tetapi tidak meyakini 2 hal. Yes, I’m a Buddhist buat I don’t believe in Karma dan Rebirth, I believe in meditation. Wonderful question, wonderful Home Work. I enjoy it very much… dan menjadi PR besar juga buatku yang kepo ini.😀😀😀 Kesimpulannya sih, “What can westerners learn from the Chinese Buddhism?”
Seminggu ini buatku menjadi suatu berkah besar. Rasa syukur, terima kasih, takjub, kagum, terharu, sedih, bahagia, bangga, heran… semua berbaur. Kadang muncul juga pertanyaan: kekuatan karma ini luar biasa, akumulasi dari kelahiran-kelahiran terdahulu pastinya, tapi… (ini membuat aku kagum pada diriku sendiri…) sebegitu besarnya kah kebajikan yang pernah aku lakukan ini sehingga berbuah seperti hari ini? Amituofo….
Sekian catatan kecil perjalanan ke Holland selama beberapa hari ini. Semoga para pembaca memperoleh kebahagiaan berlimpah walaupun tidak hadir bersama denganku saat ini. Dan semoga kebahagiaan kita ini melimpah kepada semua makhluk. Semoga kebahagiaan ini menjadi kebahagiaan semua makhluk.
Tadyata om gate gate paragate parasamgate bodhi svaha.
Carya.
Bogor. 05.01.2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: