Catatan harian si pengembara dalam samsara


Selamat pagi, selamat menjalani hari Senin, selamat kembali pada rutinitas.

Sudah beberapa tahun terakhir ini, aku mulai belajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik, berbicara sedikit, dan menjaga asas kerahasiaan sebaik mungkin. Awalnya sulit, tetapi sekarang aku sudah mulai terbiasa dengan kondisi ini.

Hari ini hatiku masih terguncang. Seorang ibu bercerita tentang anak gadisnya. Beliau tidak menganggapnya malang, karena beliau percaya pada hukum karma. Tetapi aku yang berpikir sendiri, betapa teganya orang yang melakukan hal tersebut pada anak gadisnya itu. Andai aku bisa terbang ke masa lalu, aku akan menjadi superman dan membawa penjahat itu ke hadapan orang tuanya untuk meminta maap dan menyuruhnya untuk segera bertobat. Andai…😦

Beberapa tahun lalu saat putrinya yang duduk di bangku kelas V tidak juga kunjung tiba di rumah. Ibu berjalan mondar mandir antara rumah-sekolah dan rumah teman-temannya untuk menanyakan keberadaan putri tercintanya yang cantik itu. Semua menjawab, sudah pulang dari sekolah. Hati ibu bertambah cemas karena sudah tiga jam masih juga putrinya belum ditemukan. Memang jarak rumah dan sekolah cukup jauh dan harus melewati hutan… mereka bukan orang berada, mereka hanya keluarga yang sangat sederhana. Sambil berjalan mondar-mandir di daerah hutan tersebut, ibu dibantu teman-temannya berteriak-teriak memanggil nama putri tercintanya. Tidak lama terdengar suara yang sangat lemah… “mama…..mama”

Terdengar begitu lemah suara tersebut di balik semak-semak… segera dihampiri… anaknya terbaring lemah, dengan baju acak-acakan penuh lumpur, tidak bisa berjalan, dan leher yang hitam lebam di sebelah kiri bekas cekikan. DI belakang leher juga terdapat pukulan kayu. Segera putri tercinta digotong pulang ke rumah, dan dicarilah orang pintar hingga akhirnya sembuh kembali. Sembuh dalam arti tidak gemetar ketakutan lagi dan dapat hidup ceria dalam keluarganya. Papa masih shock… sehingga tidak dapat bekerja selama satu bulan. Putri tercinta yang memang cantik itu selalu dijaga dengan baik supaya tidak bermain jauh-jauh dan dilarang pergi meninggalkan orang tuanya. Tidak disangka, peristiwa naas itu malah terjadi siang itu.

Yang diingat putri itu, ada seseorang yang memukul lehernya dengan kayu dari arah belakang, kemudian menyeretnya ke balik semak-semak. Ia memberontak, ia berteriak tetapi suaranya tidak terdengar oleh teman-temannya yang saat itu jalannya lebih cepat dari dirinya. Ia ketakutan… ia gemetar, bahkan ia sampai terkencing-kencing di celana. Akhirnya tidak ada lagi yang dapat diingatnya, ia pingsan. Siuman begitu mendengar suara mama yang sedang memanggil-manggil namanya.

Akhirnya orang tua memutuskan anaknya berhenti sekolah karena takut putri tercinta akan mengalami hal yang sama lagi, mereka takut orang tersebut masih berkeliaran di sekitar rumah mereka dan masih mengincar anak gadisnya. Anak tersebut masih kecil, tetapi sudah datang bulan. Orang tua yang ketakutan anaknya hamil, segera membawanya ke dokter yang kemudian menyuntik pil KB agar tidak terjadi kehamilan tersebut.

Begitu banyak hinaan dan cemoohan dari beberapa anak di sekitar rumah anak tersebut jika bertemu dengan si putri cantik. Princess sering menangis. Sekarang princess sudah remaja, dan akhirnya ia memutuskan menikah dengan pria setengah baya yang memang mencari calon istri di kampung-kampung. Mungkin princess tahu, tidak ada lagi anak pria yang mau menikah dengan dirinya sehingga ia merelakan dirinya dinikah lelaki usia 50 tahun itu. Malam pernikahan, putri cantik ketakutan dan berlari ke kamar orang tuanya. Seminggu kemudian, si putri mau tidur bersama dengan suaminya tetapi keesokan harinya si suami kabur meninggalkan istri barunya, dengan mengatakan, dia bukan perawan lagi. Princess menjadi janda kembang. Ia tidak neko-neko. Yang dimintanya setiap hari hanya kebahagiaan untuk orang tuanya. Semua untuk orang tuanya agar selalu sehat, bahagia, dan selamat.

Pembelajaran dari kisah ini untukku…. karma ini sungguh luar biasa. Biasa hanya baca di koran atau majalah, tapi kali benar-benar nyata diceritakan oleh ibu princess. Aku sekarang sadar sepenuhnya, timbunan karma baikku ini masih banyak, tapi aku malas menabungnya. Sudah saatnya aku bangkit dan bersemangat, menciptakan kondisi agar dapat terus melakukan perbuatan baik lewat ucapan, pikiran dan perbuatan karena akhirnya hanya diri sendiri yang bisa menyelamatkan diri sendiri. Hal lain yang aku pelajari dari kisah ini adalah saat ibu bercerita, selama sebulan setelah peristiwa itu, ia selalu bangun pukul 12 malam untuk mendoakan putri tercintanya itu agar memiliki masa depan yang cerah.

Semoga kita semua, dapat selalu membahagiakan makhluk lain demi kebahagiaannya. Bagi mereka para pemerkosa…. sadarlah. Beberapa dari kami memaafkan kalian, tetapi ada beberapa di antara kami yang tentunya sangat membenci kalian… kalian harus sadar, akibat karma tetap akan kalian terima. Akibat karma akan selalu kembali kepada si pembuatnya. Bagi mereka yang menyadari hukum sebab akibat ini, mereka tentunya akan segera menghentikan kejahatan dan berbuat kebajikan. Nafsu-nafsu duniawi, nafsu sex, nafsu terhadap lawan jenis… itu hanya pelampiasan biologis. Anda carilah istri yang sah… tetapi please jangan menodai anak-anak kecil ini. Kalian mengacak-acak anak kecil, itu berarti menghancurkan masa depannya.😦

Jarang ada yang pria yang mau dengan bekas orang. Mungkin karma princess berbuah juga, si mama belum sempat bercerita tentang masa lalunya yang kelam, lelaki itu sudah pergi begitu saja. Masih terdengar gosip pula, ia adalah istri ke empat yang dinikahi pria tersebut, dan sekarang pria itu masih mencari calon-calon istri yang lain. Apa yang kamu cari dalam hidup ini????

Demikianlah… menjadi korban tentu tidak mudah…. tetapi menjadi orang tua si korban, akan jauh lebih sulit lagi. Tetap bersabar-bersabar, dan terus bersabar. Banyak sembahyang, banyak berbuat baik… semoga ada jalan keluar. Karena aku yakin, akan selalu ada jawaban untuk setiap doa yang diucapkan.

Be happy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: