Catatan harian si pengembara dalam samsara

Trauma = Power


Dear sahabat yang terkasih,

Tidak terasa aku sudah 17 tahun menjadi seorang samana. Selama ini banyak sekali orang yang bertanya, kenapa jadi begini? Keingintahuan yang begitu besar muncul di hati setiap orang yang melihat anak muda tiba-tiba memakai jubah. Aku rasa di agama manapun pertanyaan tersebut akan selalu muncul. Dan aku menangkap, ada keinginan yang kuat dalam diri si penanya untuk membenarkan praduga: “tuh kan bener, pasti karena putus cinta.” atau “tuh kan bener, frustrasi dengan kehidupan. Padahal dunia tidak selebar daun kelor”.

Sahabat, menjadi seorang samana mungkin saja disebabkan karena frustrasi dan awalnya berusaha  melarikan diri dari kenyataan hidup. Tetapi, keinginan yang kuat untuk keluar dari penderitaan tersebut dan  keinginan yang kuat untuk tidak mau lagi mengulangi penderitaan yang sama, akan menjadi penyebab seseorang semakin tekun melatih diri dan mendalami jalan spiritual. Menjadi seorang samana di usia muda bukan hal aneh, walaupun cukup banyak anak muda yang kemudian menanggalkan jubah karena terpincut kecantikan duniawi dan akhirnya meninggalkan kehidupan spritual. Banyak faktor yang menentukan apakah memang jalinan jodoh seseorang di jalan spiritual akan bertahan lama atau tidau.

Sahabat, aku yakin Anda pun punya trauma, punya sakit hati, punya kekecewaan mendalam, punya penderitaan yang tiada penawarnya. Jangan sesali masa lalu, jangan terikat pada dongeng-dongeng indah masa lalu, atau harapan-harapan yang tidak jelas yang akhirnya membuat kita semakin terpuruk dalam luka batin yang tidak kunjung sembuh. Jangan pula sakit hati tersebut membuat kita berhenti dan berputus asa lalu menganggap semua sudah berakhir lalu membuat suatu keputusan bahwa hidupku selamanya tidak pernah bahagia dan tidak mungkin bahagia.

Sahabat, penentu kebahagiaan adalah diri sendiri. Penentu keberhasilan adalah diri sendiri. Orang lain hanya membantu kita untuk bangkit namun penunjang utama keberhasilan adalah kita sendiri. Mari bangkit, mari berjuang. Bukan hanya kamu yang punya sakit hati, bukan hanya kamu yang punya luka batin, bukan hanya kamu yang punya trauma, kita semua punya pasti. Mari berpegang tangan, memulai kisah baru saat ini juga. Tetap semangat, karena hidup bukan hanya hari ini. Ayo berusaha!!!

Carya, 13.03.2015

Comments on: "Trauma = Power" (1)

  1. Tuisan ini sangat mengena di hati saya, dimana saya sekarang sedang benar di kondisi yg tertulis di atas…
    Terima kasih banyak untuk tulisan2 nya Suhu.. Teruslah memberi semangat untuk orang2 yg sedang dalam kesusahan
    Semoga semua mahluk berbahagia..
    Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: