Catatan harian si pengembara dalam samsara

Orang Tua, Kaum Lansia


Orang tua yang kumaksud adalah orang-orang lansia yang menanggung penderitaan tua seperti yang diungkapkan oleh Hyang Buddha. Lahir, tua, sakit, dan mati. Tua dan sakit adalah dua kondisi yang harus dilewati oleh mayoritas orang-orang yang panjang umur. Tidak menyenangkan tentunya, karena sudah tua, sakit pula. Tapi, demikianlah kehidupan…. tidak ada seorangpun yang dapat melarikan diri dari kenyataan hidup ini. Bahkan seorang kaya pun tidak dapat menghindar dari kondisi ini.

Lansia, ada yang dirawat orang lain di panti jompo, ada yang ditelantarkan di rumahnya sendiri, ada yang keliaran di jalan mencari sesuap nasi, ada yang tergelatak di kamar isolasi panti-panti sosial dengan bau-bau yang tidak sedap. Ada juga lansia yang hidup senang, sehat, dengan keluarga yang sangat perduli. Namun kebanyakan, orang tua “mengeluh” anak-anaknya sibuk dan tidak punya waktu untuk mereka. “Mengeluh” bukan berarti mengeluh, karena di balik keluhan terselip rasa bangga dan bahagia anaknya telah menjadi orang sukses. “Mengeluh” di sini sebagai suatu nada getir yang aku tangkap bahwa mereka kesepian, ingin ditemani, ingin diajak bicara, ingin berbagi suka dan duka dengan orang-orang terdekat, namun orang-orang dekat sibuk sendiri. Kalaupun dekat secara fisik, anak-anak sibuk membentak-bentak orang tuanya.

Lansia, sering sekali berbuat aneh: mengatakan hal yang sama berulang-ulang karena pikun, ceroboh saat melakukan sesuatu, berkelahi, memfitnah anak-anaknya atau perawatnya, keras kepala, tidak mau kalah, berdebat, rendah diri, galak, suka menyerang orang, dan sebagai dan sebagainya. Hai anak-anak muda, bersabarlah! Mengapa? Pertama, karena kita belum tua dan kita belum tahu apakah tuanya seperti mereka, melampaui mereka, atau bahkan lebih baik dari mereka. jadi kita harus menahan diri. Kedua, kesabaran menjadi modal untuk melakukan apapun. Sabar dalam satu hal, menjadi sebab kesabaran lain dalam pekerjaan lainnya. Orang sabar disukai banyak orang, bahkan dicintai semua orang. Kalaupun Anda sebagai orang muda mengatakan, saya tidak butuh dicintai banyak orang… itu adalah suatu kesombongan. Suatu saat, Anda akan merindukan hal-hal tersebut terutama dicintai oleh orang lain.

Jadi, tidak ada yang salah dengan kaum lansia. Semuanya adalah proses alam, kembali kepada karma masing-masing. Mari lebih perduli pada orang tua sendiri dan orang lain, karena pelatihan diri adalah milik kita sendiri bukan orang lain. Yang menikmati hasilnya adalah diri sendiri, bukan orang lain. Merawat orang tua dan orang sakit, merupakan ladang kebajikan yang tiada taranya. Jangan sia-siakan orang-orang tua ini. Mari membalas budi kepada semua orang tua dengan merawat kaum lansia.

Carya, 13.05.2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: