Catatan harian si pengembara dalam samsara


Bogor, 16 Oktober 2014

To : all dads and moms,
From : Me
Topic : Technology VS anak SD

Dear dads and moms,

How are you all? Wish you all in a good condition. I am writing this letter to all of you not because I have nothing to do but because I do care about the children’ mental development.

Dads and moms, apa yang terjadi akhir-akhir ini mengenai pemukulan terhadap teman sebaya, pemerkosaan terhadap anak-anak, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, dan aktifitas seksual yang melibatkan anak-anak SD sangat memprihatinkan kita semua sebagai orang dewasa yang perduli pada masa depan anak-anak. Diharapkan kasus-kasus seperti itu tidak terjadi lagi tentunya walaupun kecil kemungkinannya. Paling tidak kita berusaha untuk mencegah dan mengantisipasi agar kasus-kasus tersebut tidak menimpa orang terdekat kita. Bila 1 orang dewasa dapat menjaga 1 anak, kemudian antar orang dewasa saling perduli dan saling memberikan informasi tetapi tidak untuk menjatuhkan yang lain, tentunya anak-anak kita akan hidup dalam dunia anak-anaknya yang lugu dan polos.

Ini saatnya kita sebagai orang tua yang harus menata kembali rutinitasnya sehingga anak-anak merasakan kehadiran orang tua secara fisik dan psikis, dengan demikian anak-anak kita tidak akan tenggelam dalam dunia ipad, HP, Tab, internet, game sosial, FB, Twitter, Line, dan sebagainya yang kemungkinan akan merusak masa depan mereka. Ini saatnya kita sebagai orang tua lebih peka dan waspada terhadap perkembangan anak, jangan sampai anak mengalami masalah baru kita berubah. Ini saatnya kita untuk mulai menerapkan aturan kapan anak boleh main HP atau tidak memegang sama sekali.

Sungguh miris sekali saat mendengar ada beberapa kasus anak kelas 3 SD yang sering melihat film-film porno di warnet ayahnya dan anak yang lain diberikan pinjaman TAB oleh ibunya di mana di dalamnya tersimpan banyak sekali foto-foto dan video porno. Kemudian mereka berdua mempraktekkan apa yang telah dilihatnya di rumah masing-masing itu dengan polosnya tanpa mengetahui dampaknya bagi masa depan mereka. Ada lagi anak yang sama sekali tidak bisa menuliskan kado apa yang akan diberikan kepada ayah atau ibunya ketika berulang tahun karena ia jarang sekali bertemu dengan ayah dan ibu diakibatkan kedua orang tua pergi pagi dan malam setiap hari, sehingga anak merasa tidak mengenal ayah dan ibunya secara mendalam.

Dear dads dan moms, saat ini belum terlambat bila kita mulai kembali dari nol untuk menata kehidupan rumah tangga menuju masa depan yang lebih baik. Anak-anak tidak butuh uang, anak-anak tidak butuh HP, anak-anak tidak butuh IPAD, anak-anak tidak butuh mobil mewah, anak-anak tidak butuh makan di restoran mewah, anak-anak tidak butuh jalan-jalan ke Singapore atau liburan ke Bali, anak-anak tidak butuh baju yang mahal-mahal. Yang mereka butuhkan hanya satu, kehadiran papa dan mama secara fisik dan psikis, yang mengisi kehidupan mereka dengan cinta dan kasih sayang, yang mengantarkan mereka menuju masa depan yang gemilang. Bukan teriakan, bentakan, makian, caci maki, atau harta benda… bukan.. tapi perhatian dan kasih sayang setulus-setulusnya dari hati yang paling dalam, dan ditunjukkan lewat ucapan, dan perilaku keseharian.

Dear dads dan moms, mari berubah. Mari berbuat sesuatu untuk anak-anak kita. Kebahagiaan bukan masa depan, tapi sekarang, saat ini… saat berkumpul dengan keluarga. Saat bekerja, pergilah bekerja. Saatnya bersama keluarga, ini waktunya berkumpul bersama keluarga dalam kehangatan, keceriaan, kegembiraan, keakraban, dan kebahagiaan. Saya yakin, hidup kita akan jauh lebih berbahagia.. dan yang yang pasti, akan jauh lebih bermakna.

Dads dan moms, semoga surat ini menjadi titik balik kita untuk menjadi ayah dan ibu yang sesungguhnya, bukan sekedar panggilan saja. Tanggung jawab anak ada di tangan parents, bukan di tangan para guru atau kepala sekolah. Peran terbesar, tetaplah orang tua. Jadilah orang tua yang smart, yang percaya diri, dan melindungi keluarganya dari arus teknologi yang mengancam keselamatan rumah tangganya.

Thanks dads and moms…. semoga kita semua diberikan pencerahan dalam menjalani kehidupan ini.

Tadyata om gate gate paragate parasamgate bodhi svaha.

With Love,
Carya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: