Catatan harian si pengembara dalam samsara

Pesan Untuk Papa


“Papa…. kenapa sih harus marah-marah? Yang salah kan cuma satu orang, kenapa semua orang kena omel dan ngomong kasar?”

Pesan singkat yang ditulis oleh seorang kelas 3SD kepada ayahnya dalam suatu kegiatan Dharma Camp ini, menyentuh hati saya. Mengapa? Karena anak laki-laki ini, setelah mengucapkannya, diam beberapa saat dan begitu saya perhatikan, dia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir. Mungkin karena dia tahu, laki-laki tidak boleh cengeng, laki-laki harus kuat, laki-laki tidak boleh menangis, laki-laki tidak boleh lemah. Maka, dia menguatkan hatinya yang lemah agar air mata itu tidak tumpah. Itu yang membuat sentuhan tersendiri  dalam diri saya.

Saya berprasangka sendiri, anak ini berarti sudah tidak tahan dengan sikap papanya, anak ini berarti ingin ada ketenangan dan kedamaian dalam rumahnya. Anak ini berarti ingin ada perubahan dalam rumahnya, anak ini berarti ingin ada penyelesaian masalah dalam keluarganya sehingga ia menulis pesan singkat ini untuk sang ayah.

Selesai acara Sharing, saya mencoba mencari informasi mengenai sang anak dan keluarganya karena saya berpikir saya ingin membantu sang anak menemukan jati dirinya, agar besar nanti, ia tidak memendam luka mendalam. Sang anak mengatakan, “Papa kalau marah kasar, ngomongnya pake anjing gitu (ia berusaha menahan air mata dan dadanya nampak turun naik dengan cepat).” “Lalu kamu kemana kalau papa marah?” “Ya naik ke atas” “Masuk ke kamar ya? diam sendirian?” “Iya… (menganggukkan kepala)” “Lalu mama ngapain kalau papa marah-marah? “Mama diam juga”

Hal ini menginspirasi saya untuk menulis memo singkat untuk para ayah dan ibu di manapun berada:

“Dear dads and moms, sore ini saya mendengar sebuah pesan seorang anak laki-laki kelas 3SD yang diucapkannya saat mengikuti Dharma Camp di PJ, “Papa…. kenapa sih harus marah-marah? Yang salah kan cuma satu orang, kenapa semua juga kena omel dan ngomong kasar?”

Pesan dari seorang anak, yang mungkin dialami juga oleh anak-anak yang lain. Saya rasa pesan singkat ini memiliki makna luar biasa. Di dalamnya tersirat suatu perasaan terluka, yang begitu menancap dalam di hatinya. Ada kekecewaan, kesedihan, dan harapan akan kedamaian di sana. 

Dads and moms, mari bercermin pada ajaran cinta kasih universal. Jangan jadikan anak sebagai curahan kemarahan, kekecewaan, kebencian, dan ambisi Anda. Anak adalah anak, dengan segala kepolosannya, keluguannya, dan kekurangannya. 

Berikan anak penjelasan, perhatian, dan pengertian, agar ia tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berpribadi dewasa susila. 

Jadilah orang tua yang bijak. Hormati hak-hak anak. Anak cuma memohon kehadiran Anda secara fisik dan psikis, anak tidak dilahirkan untuk disakiti.

Selamat berlibur bersama keluarga.

Carya.
18.04.2014

Semoga memo singkat yang ditujukan untuk Dads and Moms ini, membuat seluruh ayah dan ibu di manapun berada dapat melakukan introspeksi diri, mengubah cara berpikir, ucapan dan pikiran sehingga timbuk keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga. Dengan demikian, suami-istri-anak akan menjadi keluarga bahagia.

Semoga kita semua hidup tenang dan damai.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Carya
19.04.2014

Comments on: "Pesan Untuk Papa" (1)

  1. Andy kimai said:

    super sh. kimai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: