Catatan harian si pengembara dalam samsara


Talk Show hari ini, Minggu 9 Maret 2014 bersama Bhante Khemanando di Prasadha Jinarakkhita berjudul: ‘Sudahkah Anda di “imunisasi” Dhamma?’ telah selesai dilaksanakan. Ada baiknya, saya membuat ringkasan apa yang telah saya sampaikan dan apa yang ingin disampaikan serta apa yang belum disampaikan di dalam blog ini. Semoga apa yang saya tulis, bermanfaat untuk semua pembaca.

Imunisasi adalah suatu kegiatan yang sering dilaksanakan oleh para dokter untuk memberikan anti bodi pada seseorang. Anti bodi ini merupakan virus yang digunakan untuk melawan virus penyakit. Tujuan melakukan imunisasi adalah agar tubuh kita kebal terhadap suatu penyakit atau memiliki daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu. Ada berbagai macam imunisasi, diantaranya adalah polio dan hepatitis. Kapan seseorang melakukan imunisasi, tergantung pada diri orang tersebut. Biasanya imunisasi dilakukan oleh seorang dokter dan bukan dilakukan sendiri.

Imunisasi yang disebut di atas adalah imunisasi secara fisik. Judul talk show hari ini berkaitan dengan proses kekebalan yang dilakukan  untuk memperkuat batin, dan saya rasa seharusnya imunisasi batin bukan dilakukan oleh orang lain melainkan dilakukan oleh diri sendiri. Proses melakukan kekebalan terhadap batin ini harus dilakukan setiap saat, bukan seperti imunisasi fisik yang berkala. Itu perbedaan antara imunisasi fisik dan batin. Perbedaan berikutnya adalah tidak ada virus yang dimasukkan ke dalam batin. Yang ada adalah kita harus menyingkirkan virus-virus yang ada dan telah berakar lama dalam diri kita. Virus ini dikenal dengan nama lobha, dosa, dan moha. Dharma adalah ajaran Buddha. Dengan Dharma, kita berjuang mengikis tiga akar kejahatan dalam diri sendiri.

Virus-virus ini ada dalam tubuh kita, tanpa memandang usia, jenis kelamin, bangsa, warna kulit, agama dan sebagainya. Virus ini setiap saat bekerja untuk menyesatkan pikiran kita. Adanya virus membuat pikiran kita berkeliaran, memiliki keinginan yang tiada habisnya, muncul rasa takut, khawatir, cemas, gelisah, kemarahan, kesombongan, keakuan, kekecewaan dan penderitaan lainnya. Virus ini harus dilawan dengan dharma, dengan pandangan benar dan bukan dengan virus-virus lagi. Keinginan membuat kita selalu berputar dalam roda samsara, membuat kita mengalami kelahiran dan kematian yang berulang-ulang, membuat kita hidup dalam penderitaan.

TIga virus ini yaitu lobha, dosa, dan moha harus dilawan dengan alobha, adosa dan amoha. Alobha berarti tidak serakah. Artinya kita harus dapat melawan keserakah dengan berbagi kepada makhluk lain, bisa dalam bentuk ucapan, pikiran maupun perbuatan. Adosa berarti pikiran yang tidak dipenuhi kebencian melainkan dipenuhi maitri karuna. Dalam hal ini kita sebaiknya tidak melawan kebencian dengan kebencian melainkan diberikan cinta kasih. Amoha berarti memiliki kebijaksanaan atau prajna.

Cara agar kita dapat memiliki dan melatih alobha, adosa dan amoha ini adalah dengan berlindung sepenuh hati kepada Triratna. Ratna adalah permata, sesuatu yang sangat berharga. Triratna adalah Buddha, Dharma dan Sangha. Mereka yang sepenuh hati berlindung kepada Buddha, Dharma dan Sangha tidak akan jatuh ke dalam alam neraka, setan kelaparan dan binatang. Perlindungan sejati kepada Triratna akan membuat hidup kita bahagia. Mereka yang menderita akan bahagia, mereka yang tersesat akan menemukan jalan keluar, mereka yang sedih akan gembira, mereka yang sakit akan sembuh, dan mereka yang kekurangan akan berlimpah. Setelah berlindung pada Triratna, maka kita harus melatih sila, samadhi dan prajna. Sila untuk perumah tangga ada 5 dan sebaiknya dilakukan dengan sepenuh hati. Kesadaran melakukan sila, harus dari dalam diri sendiri bukan karena dipaksa orang lain. Setelah melatih sila, samadhi dan prajna, maka kita harus bertekad. Tekad untuk keluar dari penderitaan dan mencapai kebahagiaan tertinggi. 

Buddha layak dihormati karena kebijaksanaannya yang bersinar seperti bulan purnama di bulan 8 imlek. Buddha diibaratkan seperti dokter yang mengobati penyakit pasiennya. Dharma ajaranNya adalah seperti obat yang dapat mengatasi penderitaan para makhluk. Sangha adalah seperti perawat yang bertugas menjadi kalyana mitra. Meskipun Triratna begitu agung, begitu sempurna dan begitu luar biasa, tetap saja perlindungan sejati ada di dalam diri sendiri. Seperti kata Hyang Buddha: Jadilah pelindung bagi dirimu sendiri. Oleh karena itu, imunisasi terbaik dilakukan oleh diri sendiri bukan dipaksa oleh orang lain. 

Kebutuhan untuk berlindung kepada Triratna seharusnya seperti orang sakit yang akan meninggal besok pagi, sehingga membutuhkan pertolongan. Ucapkan Gatha Trisarana dengan sepenuh hati setiap hari, setiap saat maka proses kekebalan batin akan berlangsung. Mengebalkan batin terhadap gangguan indera dilakukan setiap saat, bukan hanya seminggu sekali atau sebulan sekali apalagi setahun sekali. Ucapkan dengan sadar dan sepenuh hati, Buddhang saranang gacchami, Dhammang saranang gacchami, Sanghang saranang gacchami, hingga Aku mencapai pantai bahagia. Inilah imunisasi terbaik yang harus kita lakukan dalam kehidupan berharga sebagai seorang manusia saat ini. Jangan berharap kegiatan imunisasi ini spontan menghasilkan buah yang manis. Imunisasi batin merupakan suatu proses panjang yang tentunya membutuhkan kesabaran.

Demikianlah rangkuman Talk Show hari ini. Intinya adalah, praktek adalah utama, dengan praktek dharma maka kita akan memiliki kekebalan tubuh tersendiri. Menutup enam indera (mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran). Jangan biarkan tiga akar kejahatan memasuki enam indera dan mengganggu jalan pencapaian kita menuju kebuddhaan.

Semoga Dharma yang disampaikan dan ditulis ini, bermanfaat bagi Anda semua. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. 
Tadyata Om Gate Gate Paragate Parasamgate Bodhi Svaha.

Bogor,
Carya
09.03.2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: