Catatan harian si pengembara dalam samsara


“Tubuh ini sudah tidak dapat lagi dipergunakan untuk melanjutkan perjalanan. Tubuh ini walaupun berharga, namun sudah harus kutinggalkan untuk melanjutkan kehidupan yang berikutnya. Tubuh ini walaupun sangat indah, tetap harus kulepaskan. Semoga lepas semua kemelekatan pada tubuh ini, semua lepas semua kemelekatan pada bentuk-bentuk kehidupan.
Selamat jalan….. Selamat melanjutkan perjalanan…. Semoga kita selalu berjumpa dengan Buddhadharma, melatih diri dan mencapai kesempurnaan di dalam setiap kelahiran kita.”

Doa itu yang bisa kuucapkan saat melihat jasad sahabat, Ven. Vivid Vasu. Kami berteman tidak lama, hanya beberapa tahun… dan perpisahan telah terjadi. Anitya… ini proses kehidupan. Tidak rela pun harus direlakan. Jodoh dalam kelahiran ini telah berakhir, hutang-hutang karma dalam kehidupan ini telah selesai. Ada kelahiran maka ada kematian, bila tidak ingin lagi mengalami kematian, maka bertekadlah untuk tidak dilahirkan lagi.

Usianya masih sangat muda, 36 tahun. Muda di usia, namun matang di pengalaman spiritual. Ketabahan, kesabaran, dan tekad kuat untuk melatih Buddhadharma harus kita ikuti walaupun badannya penuh dengan rasa sakit. Sementara kita… yang hanya sakit kepala, mengeluh berkepanjangan… hanya sakit ujung jempol, sudah tidak dapat bekerja, hanya sakit flu biasa, sudah ribut minta ijin alias cuti tidak mau masuk kerja. Tapi beliau…. beliau tetap beraktifitas seolah beliau adalah orang sehat dan kuat. Nyatanya? Hanya sedikit orang yang tahu bagaimana rapuh tubuh jasmaninya itu.

Kematiannya… tentu saja membuat kita kaget, mengapa harus pergi begitu cepat, mengapa harus berpisah begitu cepat… mengapa harus jalan begitu mendadak….. kita belum siap, dan saya yakin… kita tidak akan pernah siap mengalami perpisahan apalagi perpisahan karena kematian. Tapi sekarang…. nyata, terbujur kaku sudah tubuhnya di depanku. Tidur yang panjang, dengan mata terpejam…. betapa tenang, betapa damai… semoga demikian kondisi batinnya saat meninggalkan tubuh yang mudah rusak ini.

Seperti tak percaya namun nyata…. ia telah pergi, dan tak akan pernah kembali. Tinggal kenangan-kenangan indah… yang tentunya akan kita rindukan, terutama sapaan dan keramahannya saat menyambut atau bertemu saya, Anda atau kita. Keceriaan, celotehnya, kicauannya… seperti sinar matahari pagi…. memberikan kehangatan bagi orang-orang di sekelilingnya. Ya…. semua telah berlalu…

Betapa terharunya saat melihat begitu banyak bhikkhu,  bhiksuni dan umat yang datang mendoakan dan mengantar beliau sampai ke tempat kremasi. Sungguh indah perbuatan baik bila dilakukan dengan hati tulus, sungguh indah kebajikan bila dilakukan dengan kebahagiaan, sungguh indah kebaikan bila dilakukan dengan penuh bakti. Karma tidak akan lari… kita adalah pewaris tunggal dari perbuatan kita sendiri, kita adalah penerima akibat dari sebab yang kita tabur sendiri, dan kita adalah pejuang dharma. 

Selamat jalan sahabat, Ven. Vivid Vasu. Semoga relik peninggalanmu, menginspirasi kita semua untuk semakin giat berlatih. Semoga kegigihan dan ketegaranmu dalam menghadapi penderitaan menginspirasi kita untuk terus menyadari proses ketidakkekalan. Semoga dengan perpisahan ini, kesadaran kita semua semakin meningkat, untuk terus menyadari esensi dari kehidupan.
Matahari telah semakin senja…. dan sudah saatnya, kita berjuang dengan gigih di rel Dharma.

Selamat menempuh hidup yang baru…. semoga dalam setiap kelahiranmu, Kau selalu melatih Sila, Samadhi, dan Prajna… Menolong semua makhluk, mengikis akar-akar kejahatan, mempelajari pintu dharma dan berjuang mencapai kebuddhaan.

Buddha Amitabha memberkahimu…..

Kupersembahkan kepada alm. Bhiksuni Vivid Vasu (23.11.2013 RIP)

Carya 
29.11.2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: