Catatan harian si pengembara dalam samsara

Berkarya


Saya sering mengatakan kepada orang-orang yang dekat dengan saya, bahwa sukses tidaknya hidup seseorang akan terlihat nanti, saat kita sudah mati. Bukan karena ada mobil, rumah, villa, harta berlimpah lalu kita menyebut diri sendiri sukses. Tetapi nanti, saat kita sudah terbujur kaku di peti mati, tidak dapat menggerakkan badan, dan tidak tahu kemana kita akan melanjutkan kehidupan…..baru kita tahu apakah kita telah sukses atau tidak (itu pun dengan catatan bila kita hidup dengan sadar). 

Harta tidak akan dibawa mati, tetangga tidak akan dibawa pergi, sanak keluara dan kerabat tidak akan mau pula bila kita ajak mati, anak istri dan suami tidak akan dibawa juga. Sahabat satu-satunya saat kita mati adalah perbuatan baik kita sendiri. Amal ibadah atau kebajikan atau apapun namanya, pokoknya perbuatan baik kita. Perbuatan baik pun bukan sekedar perbuatan baik. Perbuatan baik harus diiringi hati yang tulus, hati yang baik dan hati yang gembira saat melakukan perbuatan baik. Sebelum melakukan, saat melakukan dan setelah melakukan kita harus benar-benar melepas dan merasakan kegembiraan. Barulah pahala kebajikan akan berlimpah dan kita akan bersuka cita.

Permasalahan adalah, apakah selama ini kita telah melakukan karya-karya kemanusiaan kita dengan tulus, tanpa pamrih dan tanpa meminta imbalan? Apakah selama ini kita berkarya… telah benar-benar melepas, hanya untuk memberi? Apakah selama ini kita berkarya bukan untuk kepentingan diri sendiri atau memperoleh nama baik? Apakah selama ini kita berkarya bukan untuk disanjung orang, dipuji orang dan dikenal orang?

Bila selama ini kita berkarya hanya karena gengsi, malu atau segan dengan orang yang mengajak berbuat baik…. segera ubahlah pandangan kita. Lakukanlah apapun yang bisa kita lakukan dengan tulus, dengan hati. Anda memberi dengan hati 40, maka Anda akan memperoleh balasan hati 40. Bila Anda memberi dengan hati 80, maka Anda akan memperoleh balasan hati 80. Ketika Anda memberi dengan hati 100… itulah kesempurnaan.

So, mari kita berkarya!!! Berkarya dengan hati, berkarya dengan ketulusan, Berkarya untuk kebahagiaan hakiki…..

Carya, 12 Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: