Catatan harian si pengembara dalam samsara

TOBAT – TOMAT


Salam sejahtera untuk kita semua,

Topik TOBAT – TOMAT adalah bahan yang saya sampaikan pada hari Minggu tanggal 9 Desember 2012 di Vihara Dhammasukkha, Pluit, Jakarta. Sekarang saya menyusunnya dalam rangkaian kata-kata ‘sesuka gue’. Semoga bermanfaat ya buat anda …

Saya tahu, saya banyak melakukan kesalahan. Saya sadar, saya banyak melakukan kejahatan. Saya mengerti, jahat tidak boleh dibalas jahat. Tetapi… saya tidak dapat mengendalikan nafsu-nafsu saya untuk membalas jahat dengan jahat, untuk membalas kasih dengan benci, untuk membalas baik dengan jahat.

Saya tahu, mengingkari kata hati itu sangat sulit dilakukan. Saya mengerti, membalikkan badan 180 derajat itu sangat sulit dipraktekkan. Saya tahu dan saya sadar, bahwa menyuruh diri sendiri untuk berubah itu sangat sulit, tidak semudah dalam teori.

Gimana caranya berubah? Biasa kita lakukan dengan tobat, bertobat…

Tobat, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, memiliki arti menyesali perbuatan yang pernah dilakukan, sadar dari kesalahan-kesalahan dan tidak akan mengulanginya, kembali ke jalan yang benar, kembali pada jalan agama, menyesal dan berniat untuk memperbaiki perilakunya.

Ini berarti kita harus berbalik 180 derajat. Langsung dan spontan, tanpa dibuat-buat. Sekali berbalik, tidak akan menengok ke belakang lagi. Bukan miring 45 derajat, atau 90 derajat, tapi berbalik 180 derajat. Bisakah? Dapatkah?

Seperti latihan Pramuka, bukan hadap kanan grak… atau hadap kiri grak…. tapi Balik kanan grak. Wow… dan ini butuh satu pelepasan, butuh satu tekad, butuh satu niat, butuh satu motivasi, butuh satu kesadaran.

Mengapa kita bertobat? Haruskah kita bertobat? Ini tergantung individu-indiividu. Bila dirasa bertobat akan membuat hidupnya berubah menjadi bahagia, maka ia akan bertobat. Tapi bila ia merasa tidak bertobat pun sudah bahagia… ya sampai kapanpun ia tidak akan bertobat. Kalo kita perhatikan…. kapan orang-orang bertobat? biasanya kalo udah kena batunya baru mikir bertobat. Baru mikir lho… tapi mungkin gak dengan perubahan tingkah laku. Biasanya kalo sudah nancap banget sakitnya di dasar hati…. baru dah dia bertobat. TIdak mau berbuat jahat lagi, dan tidak melakukan kejahatan lagi. Kita sebut KAPOK. Lalu kapan lagi orang mau bertobat? Kalo udah tua… kalo udah mau mati, udah bau tanah kata anak-anak. Jadi dari muda dia happy-happy… melakukan apa aja sesuka hati… ntar udah umur 55 baru dia tobat. Bener-bener tobat karena takut masuk neraka.

Ada lagi yang bertobat… bukan karena dia sendiri yang melakukan kejahatan, tetapi karena mendengar akibat dari perbuatan jahat yang dilakukan oleh orang lain… lalu dia TOBAT dan dia mengambil hikmah dan bertekad untuk tidak seperti orang yang menerima akibat tersebut. Misalkan… si A dibunuh oleh karyawannya dengan alasan kalo ngomong suka nyakitin hati. Jadi orang yang dengar ini… langsung tobat… dia berjanji dalam hati gak mau bicara sembarangan, yang bikin orang lain sakit hati… karena takut… matinya sama, dibunuh. Itu adalah alasan-alasan mengapa biasanya orang tobat, dan tidak menutup kemungkinan adanya alasan lain.

Mengapa seseorang bisa melakukan kesalahan atau kejahatan? Karena motivasinya.. yang berasal dari akar-akar keserakahan, kebencian dan kebodohan batin. Misalnya pengen jadi orang kaya, terus ada saingan toko sebelah. Dia pergi ke dukun, minta tetangga sebelah di santet aja biar mati. Nah itu.. melakukan kejahatan karena iri ama tetangga yang lebih maju. Ada lagi yang nabrak-nabrak orang sampai mati 7 orang… itu karena ngobat, minum yang boten-boten. Akibat apa? Akibat kebodohan batin…. Ada lagi yang sengaja nusuk orang pake botol bir pecah. Alasannya? sakit hati… tiap ditagih hutang, malah balik maki-maki. Dunia oh dunia…  nyawa manusia semakin lama semakin tidak berharga ya…. Kalo diperhatikan, banyaklah alasan mengapa orang melakukan kesalahan, misalnya karena balas dendam, tidak terima diperlakukan seperti itu, sakit hati, iri, gak mau disaingin, selalu ingin jadi the best dll dll dll

Sebenarnya siapapun bisa melakukan kesalahan dan kejahatan. Presiden, rohaniwan, biarawan, pemuka agama, tokoh agama, pemimpin politik, manager, direktur, sutradara, polisi, Ibu rumah tangga, pembantu, orang kampung, orang kota, orang pantai, orang hutan, semuanya bisa. Semuanya potensi berbuat jahat. Kapan? Kapan saja dan di mana saja. 24 jam kita punya potensi berbuat jahat, termasuk waktu tidur. Nendang-nendang orang yang tidur di samping kita samping jatuh ke bawah ranjang. Hahahaha….🙂

Lalu… apa yang harus kita lakukan dengan kesalahan dan kejahatan yang kita lakukan?

Bila anda masih senang… lanjutkan saja, gak usah khawatir. Cuma ingat… semua ada balasannya, semua ada akibatnya. Jadi hati-hati aja ya… gak mungkin lari deh balasannya.

Kalo seumpama anda sudah jenuh, udah bosan, udah kapok lah istilahnya… udah gak mau ngelakuin kejahatan lagi… ya bertobat lah… lalu bertekad dan berjanji dengan diri sendiri, untuk tidak mengulanginya lagi. Ini janji gak mau diucapkan di depan balai kota, atau masukin ke koran sebagai pengumuman….monggo… tapi… Cukup janji ama diri sendiri… dan ini yang paling sulit kita lakukan… selalu banyak exceptionnya. Contoh, ah besok mau bangun pagi jam… mau doa pagi. Eh…udah beker bunyi…. dimatiin lagi, sambil bilang ke diri sendiri, besok aja ah, masih ngantuk. Kan baru jam 1 tidur bikin tugas. Boleh lah alasannya… besoknya ya gitu lagi. Gak tepat janji… So, berjanjilah pada diri sendiri dan tepatilah.

Setelah bertobat, menyesali dan berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi… rasanya akan lain. Kita merasa jadi manusia baru, perasaan lega, bahagia dan tenang akan muncul dan berkembang. That’s the benefit of repentance. Caranya bertobat gimana? Yang pasti niat dulu dari diri sendiri. Terus ya bertekad untuk berubah. Kalo masih gak cukup, ya cari orang-orang yang dianggap dapat membantu anda bertobat. Bisa pemuka agama, bisa teman, sahabat, pacar, orang tua atau RT/RW, lurah, presiden, anak kita, siapa aja bisa. Hanya butuh kepercayaan dan keyakinan aja kalo dia bisa bantu kita dan gak akan bocorin rahasia ini ke mana-mana. Begitu kan syaratnya?

Selain mencari orang lain untuk bertobat, anda juga bisa menghampiri orang yang pernah anda sakiti untuk minta maaf. Maaf ya… saya selama ini begitu jahat sama keluarga kalian.. bla… bla.. bla… atau bu, maaf ya… saya datang membawa penyesalan yang sangat dalam.. karena saya telah merebuat suami ibu sehingga ibu dan anak-anak terlantar selama ini (2o tahun misalnya). Hahaha…. kenapa? Gak berani ya… takut disemprot kan? Takut diajak perang kan? Itu akibat dari mana? Dari kita yang gak pernah memaafkan orang lain…jadinya kita takut sendiri… orang lain juga sama kaya kita… gak mau maafin kesalahan. So… kita dulu yang harus berubah sih idealnya.

Untuk umat Buddha, kita dapat melakukan pertobatan… dengan cara bernamaskara dan bersujud di depan Buddha dan Bodhisattva, mengakui dan menyesali semua karma buruk yang telah dilakukan lewat ucapan, pikiran dan perbuatan. Kemudian berjanji tidak akan mengulaginya lagi, berjanji untuk menjadi manusia baru mulai sekarang. Setelah itu kebiasaan lama yang buruk kita ubah, kita banyak meditasi, banyak membaca sutra/mantra, banyak membaca nama Buddha. menyalin sutra, mendengarkan ajaran Buddha dan mempraktekkannya, ikut dalam kegiatan sosial tetapi hati-hati jangan sampai menyakiti orang lain lagi via ucapan, perbuatan maupun pikiran.

Jadi kita, umat Buddha, dapat bertobat dengan cara mengandalkan sila untuk bertobat, memvisualisasikan rupa-rupa Buddha yang agung dan segala kebajikan-kebajikannya yang luas dan tidak ada batasnya, lalu dengan tekad untuk tidak terlahir lagi. ‘Saya terlahir lagi akibat dari perbuatan-perbuatan saya di masa lalu, yang tidak terhitung dan tidak terbatas. Kini saya sudah menyadari. Saya berjanji untuk tidak terlahir lagi. Saya tidak akan melakukan kejahatan lewat ucapan, pikiran dan perbuatan yang akan membuat saya terlahir lagi.

Menurut Samantabhadra Bodhisattva, ada lima cara bertobat:

1. tidak menghujat Triratna dengan cara selalu mengingat kebajikan Buddha, Dharma, Sangha, sila, dana dan alam-alam surga siang dan malam

2. Menjaga orang tua, menghormati para guru dan mereka yang patut dihormati

3. Dharma adalah obat yang dapat menyembuhkan

4. Tidak lagi menyakiti makhluk lain

5. Percaya pada hukum sebab-akibat.

Jadi bertobat itu harus dilakukan dengan niat yang tulus dan sungguh-sungguh, dengan seluruh hati dan pikiran serta jasmani, lewat enam indera: mata, telinga, hidung, mulut, tubuh dan pikiran. Itu kalo mau berbalik 180 derajat.

Terakhir sebelum menyudahi tulisan ini… motto yang bisa kita pakai bersama agar tidak lagi melakukan kejahatan adalah: MAAFKAN DAN RELAKAN.

Kemanapun anda pergi, ingatlah… TOBAT bukan TOMAT. Apa itu TOMAT? Udah TObat … kuMAT lagi. Dan satu lagi.. tobat adalah milik semua orang, bukan hanya milik umat beragama A, B, C, D… tapi milik semua orang meskipun tidak memiliki keyakinan sama sekali. (keyakinannya ada… hanya keyakinannya beda ama keyakinan orang-orang pada umumnya…. jadi siapa salah, siapa benar????)

Semoga tulisan ringan ini… membuat kita selalu waspada akan gerak langkah kita, terutama pikiran kita. Jangan liat kesalahan orang lain… tapi introspeksi lah kedalam. Lakukan itu sebelum tidur, apa yang sudah kita lakukan hari ini membawa manfaat bagi orang lain.. kalo belum bermanfaat… besok lakukan hal yang bermanfaat. Kalo sudah bermanfaat… besok tingkatkan. Jadi hidup akan selalu lebih baik dari hari ini.. (itu pesan Bhiksu Dharmasagaro Jumat 07.12.12 waktu kami duduk berbincang bersama. TQ Sukong….🙂 )

Well…. saya tahu, saya sadar dan saya mengerti… tobat itu sulit. Tobat adalah milik semua orang bukan hanya pemuka agama. So…. maafkan dan relakan. Itu akan membantu kita tidak membalas perbuatan jahat dengan jahat.

Semoga semua makhluk berbahagia….

11.12.2012

Carya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: