Catatan harian si pengembara dalam samsara


“Life begins at 40”. Is that true? Do you agree with this statement? Me? I don’t know… I don’t even have any idea…. But I have noticed some of my friends at their 40s… I think this statement is true. Haha…

Pagi ini aku mengamati sekelompok anak kelas 7 dan kelas 8 yang berjumlah 100 orang lebih sedang ber “taburan” dengan indahnya di mana-mana. Aku menyebutnya bertaburan karena aku sedang memberikan tugas kelompok kepada anak-anak tersebut. Mereka ada 13 kelompok. Aku merasakan “kemilau” yang indah dalam kehidupan mereka, kehidupan anak-anak remaja yang sedang berproses. Tidak memikirkan masa depan, tidak memikirkan masa lalu.. yang ada adalah.. hari ini, sekarang, saat ini… No burden at all! Hanya tertawa, bermain, bercanda setiap saat….

Barangkali tidak tepat bila aku memikirkan masa remajaku saat ini karena aku sekarang sudah di usia 40. Aku tahu..Aku baru saja akan mengawali “kehidupan”ku. Saat ini aku sedang menapaki anak-anak tangga yang telah kuciptakan berpuluh-puluh tahun lamanya. Saat ini aku sedang menapaki anak-anak tangga yang telah kubuat berpuluh-puluh tahun lamanya. Aku tidak tahu, apakah ujung dari tangga ini menuju pada kehidupan yang lain lagi… ataukah ujung tangga ini menuju pada kematian yang belum pernah kurasakan? Tetap aku akan menapakinya…..

Aku tahu… anak-anak tangga yang telah kuciptakan ini… bukan sekedar anak tangga yang terbentuk dari ucapan terima kasih, pujian, sertifikat ucapan terima kasih, piagam penghargaan, uang, baju, makanan, mobil, atau barang-barang duniawi lainnya. Anak-anak tangga yang telah kuciptakan ini adalah anak-anak tangga yang juga berasal dari air mata, keringat, kepedihan-kepedihan, trauma-trauma masa lalu, luka batin, makian, hinaan, cercaan, waktu dan tenaga. Semua itu yang mengokohkan anak-anak tanggaku. Semua itu yang menguatkan anak-anak tangga kehidupanku.

Aku adalah bagian dari kebanyakan orang yang suka berkeluh kesah. Aku adalah bagian dari kebanyakan orang yang suka mengeluh. Aku adalah bagian dari kebanyakan orang yang suka menyalahkan orang lain. Aku adalah bagian dari kebanyakan orang yang suka mencari kesenangan pribadi. Aku adalah bagian dari kebanyakan orang yang tidak dapat menghargai kehidupan orang lain. Aku adalah bagian dari kebanyakan orang yang tidak pernah menghargai kehidupanku sendiri.

Hari ini… sangat aku “menonton” kehidupan nyata di depanku… kehidupan anak remaja 2012… perasaanku tersentak. Kapan aku pernah berkreasi tanpa beban seperti mereka? Kapan aku pernah menyalurkan minat-bakatku tanpa menunggu pujian dari orang lain? Kapan aku pernah tersenyum tulus kepada setiap orang… dan mengekspresikan….inilah aku?

Dan hari ini……

Aku belajar banyak dari anak-anak remaja tahun 2012 di mana jaman ini teknologi sudah mencap diri mereka sebagai anak “AUTIS”. Aku belajar… di balik “AUTIS” palsu dan asli atau “HIPERAKTIF” palsu dan aktif… ternyata mereka memiliki kesederhanaan dalam berpikir, kepolosan saat berucap, dan keberanian saat berperan.  Sementara aku????

Kapan aku kembali kepada jati diri sejatiku????

Jumat, 19 Oktober 2012

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: