Catatan harian si pengembara dalam samsara

Selingkuh


Lanjutan dari cinta. Saya punya teman yang dikejar-kejar anak seberang waktu SMA dulu. Teman saya ini cantik. Banyak anak lelaki suka pada teman saya. Hanya sayang.. tiap kali jalan beberapa bulan… nasibnya selalu tragis… ditinggalin. Nah anak seberang ini… walaupun tahu teman saya udah banyak pacarnya dan sedang pacaran dengan orang lain… dia tetap menunggu. Begitu ditinggalin.. dia sambar teman saya ini. Dia perhatian, dia baik dan dia setia. Dia begitu perduli pada orang tua teman saya sehingga teman saya menjadi mencintai dia dan akhirnya mereka menikah.

Puluhan tahun tidak bertemu.. dan sekarang bertemu kembali dengan teman lama.. banyak banget dongeng yang bisa disampaikan. Dari keluarga, adik kakak, ayah ibu, sampai pada suami tercinta. Dan sudah 4 tahun… suami tercinta pergi meninggalkan dia demi perempuan lain yang usianya berbeda 16 tahun.

Wow… sungguh luar biasa ! Sungguh ajaib ! Sungguh di luar dugaan. Orang yang selalu mengejar-ngejar… sekarang berhenti dan berpaling.

Cinta?

Kalau cinta.. mengapa selingkuh?

Kalau selingkuh… apakah karena cinta?

Saya teringat sebuah lagu…

“How can I tell her about you… girl, please tell me what to do.. everything seems right whenever I’m with you…. Girl, how can tell tell her.. how I can tell her about you”

Selingkuh itu indah… selingkuh itu nikmat.. selingkuh itu manis… buat mereka yang seldang selingkuh.

Selingkuh itu menyakitkan.. selingkuh itu bunuh diri.. selingkuh itu air mata.. buat orang yang diselingkuhi.

Yang pasti… saya setuju dengan komitmen yang diucapkan di altar sakral. Janji untuk sehidup semati, janji untuk selalu bersama, janji untuk ada dalam suka dan duka. Janji untuk selalu saling setia.

Sulit mungkin dilaksanakan saat usia kita menginjak 40 an… tapi bila keinginan selingkuh itu sudah muncul… please… ingatlah kembali komitmen yang telah diucapkan. Ingatlah kembali masa-masa saat pertama kali berjumpa. Ingatlah kembali saat anda begitu sangat mencintai dia.. dan tidak ingin kehilangan dia.

Stop selingkuh ! Stop perceraian!!

Ingat baik-baik… cinta itu bukan passion… bukan pula kebutuhan biologis. Tapi cinta itu adalah menyatu dengan yang transenden.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: