Catatan harian si pengembara dalam samsara

Cinta


Saya pernah mengenal seorang anak lelaki yang tidak pernah mengenal saya… sewaktu saya SMP kelas 1. Dia kelas 3 dan saya kelas 1. Saat itu saya hanya tahu kalau dia itu satu SD dengan saya… tapi mungkin dia tidak pernah mengenal saya. Dia duduk dekat jendela, saya juga duduk dekat jendela. Kelas saya ada di ujung kiri dekat parkiran sepeda sementara kelas dia pun di ujung parkiran yang sebelah kanan. Setiap baris untuk masuk ke dalam kelas, saya selalu melihat dia. Setiap duduk di kelas, membuka jendela… saya juga selalu melihat dia. Setiap kali kami bertatap mata, dia selalu tersenyum. Akhirnya saya suka dia. Saya hanya tahu, dia selalu tersenyum pada saya. Orangnya putih dan rambutnya agak ikal. Mungkin dia tahu kalau saya suka pada senyum dia, akhirnya dia tidak pernah lagi mengajak saya tersenyum.  Saya tidak tahu, apakah ini cinta?

Saya pernah mengenal seorang pria dewasa, yang berbeda usia cukup jauh dengan saya. Setiap hari saya melihat dia bekerja di belakang gerobaknya. Awalnya saya hanya memperhatikan… saya merasa aneh, mengapa seorang pria begitu cekatan saat memegang pisau. Lama-lama dia tahu, kalau saya suka memperhatikan dia. Akhirnya kami sering bercanda dan sering berbincang-bincang.. tetapi menunggu saat tidak ada orang di sekitar kami. Saat banyak orang berkumpul… kami seperti orang yang saling tidak mengenal. Tetapi saat tidak ada orang, kami berbicara seperti sahabat lama. Saya suka merindukan kehadirannya. Saya suka menantikan kedatangannya. Padahal dia tidak datang setiap hari. Dia hanya muncul seminggu dua kali. Apakah ini cinta? Saya juga tidak tahu.

Saat ini orang-orang membicarakan cinta di depan saya. Tentang kerinduan-kerinduan mereka pada orang yang mereka cintai, tetapi tidak mencintai mereka. Begitu menderitakah mencintai itu? Begitu bahagiakah dicintai itu? Saya tidak tahu. Saya tidak mengerti. Saya hanya paham, orang tua mencintai anak-anaknya. Seperti itukah cinta yang dirasakan? Seperti itukah cinta yang dikembangkan? Seperti itukah cinta yang dimiliki?

Seorang ibu bilang, cinta … bila mencintai itu telah berubah menjadi suatu penderitaan.. maka itu bukan cinta lagi namanya.  Semua orang yang mendengar, duduk terpekur dan termenung. Demikiankah?

Cinta. Satu kata yang memiliki banyak warna dan banyak arti.

Menurut saya, cinta artinya siap menderita. Cinta artinya rela berkorban. Cinta artinya saya ikut bahagia melihat kamu bahagia. Cinta artinya melepaskan kamu pergi. Cinta adalah membiarkan kamu tumbuh menjadi diri kamu sendiri. Cinta adalah memaafkan. Cinta adalah sesuatu yang bukan terjadi begitu saja. Cinta adalah persahabatan yang sejati. Cinta adalah melupakan masa lalu. Cinta adalah menjadi pahlawan bagi dia. Cinta adalah memahami dan mengerti dia sepenuhnya. Cinta adalah mempelajari kehidupan. Cinta adalah memberi dan tidak pernah mengharap. Cinta adalah sesuatu yang dimiliki setiap orang. 

Yang pasti buat saya saat ini,  cinta adalah sesuatu yang tidak saya pahami. Tumbuh dan tumbuh bila dikembangkan tetapi akan mati bila tidak dipelihara. Bila kita ingin memiliki cinta yang seperti itu, maka rawatlah, jagalah dan peliharalah cinta itu. Cinta yang tanpa kebencian. Cinta yang tanpa pamrih. Cinta yang tidak menuntut. Cinta yang tidak mengharap. Cinta yang terlepas dari cemburu. Cinta yang terlepas dari ikatan-ikatan.Cinta ini adalah ingin melihat dia bahagia, dan benar-benar sangat berbahagia saat orang itu bersama orang lain….. Hehehehe… mungkin dicari susah bertemu.. tapi itulah cinta menurut saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: