Catatan harian si pengembara dalam samsara

Lelaki Tua


Siang hari pas terik-teriknya.  Jalanan macet banget. Semua berlomba-lomba sampai tujuan. Tidak ada yang saling mengalah. Yang naik motor sibuk sendiri. Yang naik mobil pribadi juga sibuk sendiri. Tukang bajaj juga sibuk sendiri. Mikrolet-mikrolet juga sibuk sendiri. Saya juga sibuk sendiri. Semua sama-sama siibuk di jalan yang sama, yang hanya bisa dilewati dua mobil. Kebayang kan? Udah panas.. udah lapar… udah macet… udah suntuk.. udah pegel.. udah  pengen maki-maki orang dah bawaannya.

Pas gua siap ambil gigi satu… tahu-tahu di samping kiri gua… seorang lelaki tua muncul.  Gua jadi merhatiin dan akhirnya gua rem lagi gak jadi maju. Gua kasih dia nyebrang jalan pas di depan gua. Gua jadi pengen nangis. Gua terus merhatiin dia sampai bayangannya hilang.. dan akhirnya gua masuk lagi ke gigi satu dan gua jalan maju nerusin perjalanan pulang.

Lelaki tua. Setengah baya. Kurus. Hitam. Agak bongkok. Matanya celong. Agak berkumis sedikit. Memakai kemeja tangan panjang. Bajunya dikeluarkan. Dia sibuk menghentikan mobil, motor yang lewat.. bukan untuk naik kendaraan.. tapi untuk menyebrang jalan.

Apa yang membuat gua sedih? Bahu kirinya dinaiki karung putih yang terlihat cukup berat. Tangan kirinya naik ke atas kepalanya untuk memegang karung tersebut agar tidak jatuh… sementara tangan kanannya menenteng sebuah barang. Barang yang dibungkus oleh karung semen. Diikat oleh tali rafia.Lelaki ini menenteng barang tersebut, memegang tali rafia nya.. dan terlihat tidak kokoh talinya. Sebentar lagi… mungkin barang itu akan meluncur keluar dari talinya.

Sekilas melihat barang yang dipegangnya.. gua tahu.. itu pasti barang keperluan rumah tangganya. Betapa trenyuh hati gua melihat lelaki tua ini.

Lelaki ini mewakili semua para ayah, semua para ibu di dunia. Apapun akan mereka lakukan untuk kelangsungan hidup keluarganya. Apapun akan mereka kerjakan meskipun harus mengorbankan harga diri mereka, walaupun mereka harus mengeluarkan keringat dan tenaga untuk upah yang kecil, walaupun mereka harus berteriak-teriak di pinggir jalan agar mendapat sedikit uang untuk dirinya dan keluarganya.  Kebahagiannya adalah saat bersama keluarganya. Kebahagiaannya adalah saat besama anak-anaknya. kebahagiaannya adalah saat anak-anak menyambutnya pulang.

Gua gak tau apa yang dibawa lelaki ini pulang sebetulnya. Pikiran gua udah melayang-layang sendiri. Ingat jaman gua kecil. Gua mana ngerti dan gua mana tahu kesusahan orang tua, kesusahan papa dan kesusahan mama bikin gua senang. Gua cuma tahu, gua gak mau. Gua cuma tahu, gua gak suka. Gua cuma bisa marah-marah, teriak-teriak, banting-banting pintu, marahin orang tua karena gua kesel kenapa maunya gua gak dikutin.

Sekarang gua liat lelaki tua ini. Gua sadar. Gua ngerti. Cinta kasih orang tua sama anak… gak pernah ada ujungnya. Gak pernah ada batasnya. Gak pernah ada pamrihnya. Gak pernah ada untung ruginya.

Gua sekarang cuma berharap, semoga semua anak sadar akan kesalahannya. Semoga semua anak mau berubah dan menghargai jerih payah orang tuanya. Semoga semua anak mau berbagi dengan orang tuanya.Semoga semua anak tidak pernah meninggalkan orang tuanya. Semua semua anak selalu mendampingi orang tuanya dalam suka maupun duka. Semoga semua anak membalas budiorang tuanya. Semoga semua anak selalu mengingat kebaikan hati dari orang tuanya. Semoga semua anak yang telah melupakan orang tuanya, segera kembali kepada orang tuanya. Semoa semua anak yang telah meninggalkan orang tuanya, segera mengingat orang tuanya dan merawatnya sekarang juga.

Dan doa gua yang paling tulus, dari lubuk hati yang paling dalam…. semoga semua orang tua.. dapat terbebas dari penderitaannya. Semoga semua orang tua… dapat hidup senang di hari tuanya. Semoga semua orang tua, yang sudah disakiti anak-anaknya, tetap menyinarkan cahaya cinta kasih.. seperti Hyang Buddha memancarkan cahaya kebijaksanaan dan cinta kasih kepada semua makhluk di enam alam penderitaan.

Tadyata Om Gate Gate Paragate Parasamgate Bodhi Svaha.

12/12/2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: