Catatan harian si pengembara dalam samsara

Selamat Waisak


Cepat banget ya sehari-sehari lewat.. tahu-tahu udah bulan Mei lagi. Banyak banget kebajikan yang terlewatkan, yang tidak sempat dilakukan, dan yang tidak ingin dilakukan. Sedangkan kejahatan-kejahatan yang dilakukan begitu banyak. Dari tubuh, mulut, dari pikiran. Segala kemelekatan pada nafsu, pada aku, semuanya diobral-obral.

Begitu denger “Tadyata Om Gate Gate Paragate Parasamgate Bodhi Svaha” rasanya sedih banget. Batin ini belum sekuat dan setegar batu karang. Selalu bergoncang-goncang oleh kenikmatan-kenikmatan dunia. Dari mata, dari telinga, dari mulut, dari sentuhan, dari pikiran dari hidung. Semuanya mengarah pada kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang tidak pasti, kebahagiaan yang pasti membahwa pada penderitaan yang tiada berujung.

Lord Buddha tidak pernah melarang kita untuk meninggalkan Dharma. Kitapun berulang kali melupakan Dharma. Kita berlarian kesana kemari bagaikan sekawanan rusa yang dikejar oleh segerombolan pemburu-pemburu liar. Terkadang timbul rasa jenuh dan bosan, terkadang timbul rasa marah dan kesal, ketidakberdayaan pada kelemahan diri sendiri.. tetapi semua rasa itu lenyap saat melihat sumur kenikmatan di depan sana. Kita berlari sekencang-kencangnya mengejar bayangan-bayangan semu. Sampai kapan ?? Sampai pikiran kita berhenti. Kapan berhentinya ? Kata Buddha kepada Angulimala, Aku sudah berhenti.. tetapi kamu yang terus berlari.

Semua karma buruk yang aku lakukan, yang berasal dari lobha dosa dan moha, yang dilakukan dari ucapan, pikiran dan perbuatan, semuanya ku menyesal dan kubertobat. Di hadapan para Buddha dan Bodhisatttva aku bertekad dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Aku bertekad untuk menolong semua makhluk yang tiada batasnya. Aku bertekad untuk melenyapkan akar-akar kejahatan. Aku bertekad untuk mempelajari semua pintu Dharma. Aku bertekad untuk mencapai kebuddhaan.

Semoga tekad dan semangat di bulan Vesak 2555 ini… membuat berkah Waisak menyelimuti kehidupan kita. Tidak lagi membunuh, tidak lagi mencuri, tidak lagi berzinah, tidak lagi menggunakan mulut untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, tidak lagi mabuk-mabukan. Tidak mengabaikan kebaikan segimanapun kecilnya. Juga tidak melakukan segimanapun kecilnya.

Selamat hari Waisak 2555. BerkahNya senantiasa menyertai kita.

Selamanya kita berlindung pada Buddha Dharma dan Sangha. Hingga tercapai pantai bahagia.

Tadyata Om Gate Gate Paragate Parasamgate Bodhi Svaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: