Catatan harian si pengembara dalam samsara

24 Desember 2010


Berita tentang kehilangan, berita tentang kematian, berita tentang kesakitan datang bertubi-tubi dalam seminggu ini. Siapa yang siap menghadapi kematian? Siapa yang sudah siap menghadapi kehilangan? Siapa yang sudah siap menjalani kesakitan? Bukan dia, bukan mereka… juga bukan aku.

Sudah tahu kehilangan itu pasti, kematian itu pasti, kesakitan itu pasti… tapi saat kita benar-benar kehilangan orang terkasih dalam waktu hitungan detik.. apa rasanya? Hanya aduh-aduhan.. rintih-rintihan… dan maki-makian yang tidak jelas ditujukan pada siapa.

Hmmmm….. sudah tahu kehilangan itu tidak menyenangkan.. sudah tahu kematian itu begitu menakutkan.. sudah tahu penyakit itu begitu mengenaskan… mengapa aku masih juga melekat pada samsara, melekat pada keinginan duniawi, melekat pada suara-suara indah, melekat pada pujian, sanjungan dan harapan????

Sampai kapan kebajikan itu muncul…. untuk aku sendiri… untuk diriku sendiri untuk kebahagiaan semua makhluk.

Tak ada yang bisa menolong diriku sendiri.. selain menjadi pelita bagi diriku sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: