Catatan harian si pengembara dalam samsara

Maju ? Mundur ?


Maju… maju… maju…. tiba-tiba di depan sana ada orang melemparkan batu-batu kecil.. saya maju terus.. menghindar kanan-kiri seperti orang main game di komputer.

Maju… maju… maju lagi…. sekarang orang-orang yang jumlahnya lebih dari satu melempar batu-batu yang lebih besar lagi daripada batu yang dilempar orang pertama itu. Saya menghindar kanan-kiri… dan hampir terserempet batu-batu itu.

Maju.. maju.. maju lagi…. ternyata sekumpulan orang sedang melempar batu-batunya yang besar-besar kepada saya. Saya maju ? Atau saya mundur ?

Ingin hati ini kembali kepada jalan yang pertama.. yang tidak ada hambatan, yang tidak ada gangguan, yang tidak ada rintangan.. mundur artinya saya kehilangan semuanya… dan saya harus mulai lagi dan harus menghadapi batu-batu yang seperti ini lagi…

Saya maju ? Saya mundur ? Maju untuk sukses ? Atau maju untuk mati dalam pertempuran ? Orang-orang di belakang menyuruhnya saya maju… dan saya ragu-ragu… saya takut, saya cemas, saya khawatir… takut dengan penderitaan baru yang harus saya lewati setelah melewati batu-batu besar ini. Takut dengan ketakutan yang tidak jelas, takut dengan kecemasan yang muncul tiba-tiba… takut yang terus menghantui diri saya.

Level 1… level 2… level 3… level…. ????

Lalu saya tersentak kaget… ooohhh.. ternyata hanya mimpi, delusi, hayalan. Saya tetap harus maju.. maju untuk kehidupan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: