Catatan harian si pengembara dalam samsara

Bakti Anak ???


Gua dapat pertanyaan seru dan bagus beberapa minggu yang lalu. Tentang Bakti. Bakti seorang anak pada orang tua. Maksudnya… bila ada sepasang kekasih saling mencintai tapi tidak direstui oleh orang tua salah satu pihak.. dan menyuruh mereka untuk berpisah sehingga membuat mereka menderita. Apakah itu disebut tidak berbakti bila mereka ngotot untuk meneruskan hubungan mereka sampai ke pernikahan?

Fiuh !!! Kasus yang lain lagi.. anak tidak ingin menikah dan memutuskan untuk menjadi seorang biarawan atau biarawati tetapi orang tua menentang dan menginginkan si anak menikah untuk meneruskan keturunan. Tapi si anak ngotot dan terus bertahan untuk menjalani hidup suci. Apakah ini juga tidak berbakti kepada orang tua ?

Atau yang lain lagi, orang tua beragama A dan si anak setelah dewasa menentukan agamanya sendiri, memilih agama B karena si anak merasa bahagia dan terisi batinnya setelah meyakini agama tersebut. Terjadi keributan dan pertentangan dalam rumah, karena orang tua dan anak yang beda prinsip dan falsafah hidup. Orang tua ngotot memaksa anak memasuki agamanya dan si anak tetap nekad dengan pilihan agamanya, karena urusan mati dan hidup adalah urusan dirinya sendiri. Apakah ini juga disebut tidak berbakti ???

Dan gua ditanya sama orang, “Suhu… sebetulnya apa seh bakti itu ? Apa kriterianya bakti itu karena kita juga ingin berbakti kepada orang tua plus ingin juga berbahagia dalam kehidupan pribadi kita ??

Hiks… disini dibutuhkan satu pengertian, satu toleransi, satu kerja sama dan satu keterbukaan. Komunikasi !! Hanya komunikasi yang dibutuhkan dalam banyak hal, dalam banyak kasus. Terbuka pada orang tua. Dan orang tua juga terbuka pada anak. Sampaikan apa yang ingin disampaikan pada orang nya langsung, jangan lewat orang ketiga, nanti muncul salah pengertian. Anak merasa tersakiti karena merasa tidak dipercaya oleh orang tua, dan orang tua merasa tidak dihargai karena si anak tidak mau berbicara kepada mereka.

Gua lebih cenderung mengatakan, bahwa orang-orang SALAH mengartikan bakti. Bakti bukan berarti menuruti semua kemauan orang tua. Contoh, si pencuri menyuruh anaknya ikutan mencuri. Anak menolak dan ngotot tidak mau jadi pencuri. Mereka jadi sering ribut dan bertengkar. Apakah si anak disebut tidak berbakti jika ia tidak mau menjadi seorang pencuri seperti bapaknya ?😀 Jadi dalam beberapa kasus, tidak semua salah si anak.. tapi salah orang tua. Anak mencontoh orang tua… dan orang tua harus sadar diri, supaya ia bisa menjadi contoh yang baik buat anak-anaknya.

Jadi dalam banyak hal… semua orang harus punya pikiran yang positif dan pikiran yang terbuka. Harus diingat setiap saat, orang tua tidak boleh memaksakan kehendak mereka pada si anak, dan anak juga tidak boleh tidak mendengarkan orang tua. Orang tua tidak boleh mengabaikan anaknya dan anak juga tidak boleh tidak memperdulikan orang tua. Orang tua harus dan wajib melindungi dan mengarahkan anaknya jadi manusia yang sehat batin dan jasmaninya… dan anak wajib menjaga serta membalas budi orang tuanya.

Selama anak tidak menjadi penjahat, tidak menjadi pencuri, tidak menjadi penjudi, tidak menjadi peminum, tidak menjadi pembunuh, tidak menjadi koruptor, tidak menjadi penjilat… orang tua sudah boleh lega dan berbangga hati. Dia berhasil mendidik anaknya.

Anak karena sudah dididik oleh orang tua di rumah dan disekolahkan, wajib membalas budi kepada orang tua. Jangan membalas makian dari orang tua, jangan membalas ucapan kasar dari orang tua, jangan membalas kemarahan dengan kebencian. Berikan cinta kasih kepada orang tua, pancarkan cinta kasih kepada orang tua… supaya mereka bisa terlepas dari penderitaannya, bisa terlepas dari kesedihannya, bisa terlepas dari ketakutan dan kecemasannya.

Harus diingat baik-baik, semua orang memiliki jalan hidupnya masing-masing. Semua orang mewarisi karmanya masing-masing…😀

Comments on: "Bakti Anak ???" (1)

  1. amithofo, suhu….
    kl ngmng bakti anak itu mang susah n sensi….
    g sendiri merasa tertekan kl ortu selalu maksain kehendakny, kl ga diturutin mrk marah, kl di turutin n buntut2ny mrk merasakan kerepotan jg br nyesel. dan kl ud nyesel ga mo ngaku salah…anak jg yg kena omel, selalu blg knp u mo?
    nah itu yg bkin kita sebagai anak tuh serba bingung????
    kiri salah kanan salah…..
    jd akhirnya ya kita hny bs diem aj diomelin…
    heehehehehe…..pasrahhhhhhhhhh
    jd ini mengingatkan kita kl kelak kita jd ortu jg jgn semena2 ama anak…
    betullllll????????? heehhehee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: