Catatan harian si pengembara dalam samsara

Si Bayi (1)


Seorang pria dan seorang wanita menikah di catatan sipil pada siang hari kemudian dilanjutkan dengan pesta pernikahan di sebuah restaurant ternama di Jakarta pada malam hari. Setahun setengah kemudian, si wanita hamil dan dua tahun lebih empat bulan kira-kira, si wanita melahirkan bayinya yang pertama. Mereka menjadi pasangan yang paling berbahagia rasanya, karena si bayi hadir di tengah-tengah kehidupan mereka yang sedang menanjak. Usia sedang menanjak tua, ekonomi sedang menanjak naik, kesehatan sedang menanjak ke atas.. dan yang paling penting, cinta mereka sedang menanjak menuju ke langit di sana.😀

Tujuh belas tahun kemudian, si bayi perempuan itu tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik dan luar biasa. Gayanya sederhana meskipun terlahir di keluarga kaya dan terpandang. Dan yang paling penting, dia anak yang cerdas dan semua orang sudah memastikan masa depan si bayi melebihi orang tuanya yang hanya tamatan SMA.

Namun cerita kehidupan manusia tidak seperti yang diramalkan semua orang. Si gadis sebelum berusia 22 tahun sudah hamil tanpa diketahui siapa yang harus bertanggung jawab menjadi bapak si janin. Dan selama ini tak ada satu orangpun yang tahu siapa pacarnya atau siapa teman dekat lelakinya. Satu kampus gempar. Kantin pun heboh. Di jalanan para tukang sampah dan tukang kebun ikut juga menyatakan keheranannya.

Di rumah, si bapak diam terhenyak kaget. Si ibu melongo, tak dapat lagi mengeluarkan air matanya. Di hadapan mereka, si bayi mungil duduk terisak tak mengucapkan sepatah katapun. Tiap kali ditanya, siapa ? Dia menggeleng. Siapa ? Kembali menggeleng. Siapa ? Terisak.. kemudian diam tidak berkata.

Sembilan bulan kemudian si ibu melahirkan bayinya tanpa ditunggui ayah si bayi. Begitu melihat cucunya lahir, si bapak kembali terhenyak kaget. Si ibu juga melongo, bingung.

Kenapa cucunya mirip dengan supirnya, yang berambut galing, kulitnya hitam dan berhidung mancung ????

😀😀😀 (bersambung….)

Comments on: "Si Bayi (1)" (1)

  1. paragraf ke lima ada yang salah tulis suhu..:D
    si bayi melahirkan bayinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: