Catatan harian si pengembara dalam samsara

Daun Saga


Alam begitu pemurah buat kita. Ada satu pohon yang dikenal dengan nama pohon saga. Tak ada yang istimewa dari pohon peneduh ini.  Daunnya pipih agak lancip dan berukuran kecil. Bijinya bulat dengan warna merah menyala. Ada puisi Ajip Rosidi yang berjudul Jante Arkidam, dalam salah satu baitnya terulis, “Matanya merah seperti biji saga.” Konon, dulu biji saga jadi alat penimbang emas karena beratnya yang konstan. Pohon saga mudah tumbuh di mana saja dan tak butuh perawatan khusus.

Rantingnya merambat. Bila sore tiba, daun saga akan merapat tertunduk seperti puteri malu. Pagi hari barulah membuka lagi.

Saya suka pada daun berwarna hijau ini karena khasiatnya untuk mengobati batuk. Saat musim pancaroba, batuk dengan cepat menyerang dari mulai anak-anak hingga dewasa. Caranya mudah, ambillah daun saga satu genggaman lalu cuci, setelah itu rendam dalam air panas. Setelah hangat, peras daunya hingga mengeluarkan cairan berwarna hijau pekat. Minumkan pada anak-anak yang terserang batuk. Rasanya manis. Boleh juga ditambah madu, biar tambah lezat.

Memang, untuk menyembuhkan batuk dengan daun saga butuh waktu  beberapa hari. Selain kerepotan memetik dan memerasnya. Bandingkan dengan obat batuk yang sudah jadi, tinggal tenggak saja. Tapi saya pernah membaca artikel dari seorang dokter bahwa terkadang batuk yang diderita
anak-anak tak gampang sembuh. Kalau pun diberi obat yang diberi di
warung atau apotik, sembuh hanya sesaat setelah itu kambuh lagi.

Penjelasan dokter itu benar belaka. Saya pernah mencobanya pada anak-anak saya. Dengan obat berbahan kimia mereka memang jadi cepat sembuh, tapi hanya dalam tempo beberapa hari saja mereka akan sakit lagi. Kekebalan tubuhnya seperti menipis. Berbeda dengan daun saga yang agak sedikit  repot meraciknya, tapi masa sembuhnya lama bisa sampai berbulan-bulan dan anak -anak tidak gampang terserang batuk.

Saya bukan dokter. Saya juga tidak pernah mendapat penjelasan secara rinci khasait apa saja yang terkandung dalam daun saga. Saya hanya melihat  tetangga dekat rumah yang menanam pohon saga dan terus dipelihara meski merambat menghalangi pintu masuk.

Saya pun tertarik menanamnya dan terus dipelihara hingga sekarang. Dalam pot yang tidak membutuhkan tanah terlalu banyak, pohon ini akan tumbuh subur. Di musim panas atau hujan, tak gampang mati. Kita tinggal  memetiknya semau kita suka. Alam begitu pemurah buat kita.

Daun Saga Mengobati Batuk
batuk adalah reaksi refleks tubuh kita untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan mengganggu saluran pernapasan. Batuk disebabkan oleh radang atau iritasi pada lapisan lendir saluran pernapasan, alergi, asap rokok atau penyebab lainnya.

Yang bisa Anda lakukan
Kurangi minum es dan makanan yang manis atau pedas, juga goreng-gorengan. Usahakan banyak minum air putih (sedikitnya 10 gelas sehari).

Segenggam daun saga (Abrus precatorius L.) segar dicuci bersih lalu diseduh dengan segelas / secangkir air panas dan diminum seperti teh. Atau, bisa juga dimakan segar. Bakar jeruk nipis di atas api, lalu belah dan oleskan kapur sirih di atasnya. Peras airnya lalu diminum. Bisa ditambahkan sedikit air putih.

Segenggam bunga belimbing wuluh / 5 buah belimbing wuluh masak direbus dengan 1 gelas air dan tambahkan 1 buah gula batu. Setelah mendidih dan airnya tinggal 1/2 gelas, angkat, saring dan dinginkan. Minum pagi dan sore sampai batuknya reda.

Untuk anak balita yang terkena batuk, bisa dengan menghaluskan 2 siung bawang merah yang telah dicuci bersih. oleskan ke dadanya di bagian atas, juga leher bagian depan. Selanjutnya, biarkan mengering sendiri. Cara ini akan membantu meredakan batuknya.

Komentar Ahli
Bawang merah memang bisa digunakan sebagai obat batuk dan peluruh dahak, disamping sebagai obat penurun panas. Tetapi hanya untuk batuk
yang disebabkan oleh “masuk angin”. Bila penyebabnya infeksi tenggorokan, bawang merah saja tidak akan menyembuhkan.

TambahanDaun saga juga bisa digunakan untuk menyembuhkan sariawan dan panas-dalam. ‘Two things are infinite: The Universe and Human Stupidity; and I’m not sure about the universe.’- Albert Einstein

Source : <http://herbalobatalami.files.wordpress.com>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: