Catatan harian si pengembara dalam samsara

Curhat


Curhat… singkatan dari apa seh sebetulnya ?? Saya kgak tau dan kgak pernah tanya orang.. singkatannya itu apa. Cuma karena banyak orang yang sering bilang, “Saya mau curhat, suhu !!” Atau baca tulisan, “Gw mo curhat ma lo !” saya otomatis tahu artinya adalah ngeluarin uneg-uneg, kesedihan-kesedihan dan yang paling penting, ngeluarin kedongkolan-kedongkolan yang selama ini mengendap di dalam hati.

Untuk cuhat.. dibutuhkan suatu kepercayaan ama orang yang diajak ngomong, kalo dia bisa dan mau mendengarkan, kalo dia bisa dan mampu memberikan nasihat, kalo dia bisa dan mampu tidak membocorkan rahasia kita, kalo dia bisa dan mampu membuat beban kita berkurang, kalo dia bisa dan mampu menunjukkan jalan terindah dalam hidup kita yang gelap ini.

Untuk curhat.. dibutuhkan teman yang punya waktu.. dibutuhkan teman yang punya kesabaran.. dibutuhkan teman yang siap menampung segala macam sampah pikiran yang kita miliki. Teman ini, belum tentu sahabat kita.. belum tentu ayah dan ibu kita.. belum tentu saudara-saudara kita.. belum tentu pacar atau orang yang tercinta.. tapi teman ini adalah teman yang muncul spontan di saat kita sedang sangat terluka atau sedang sangat berbahagia.

Untuk curhat.. dibutuhkan ketrampilan.. ketrampilan untuk berbicara.. dan bukan sekedar berbicara.. tapi dia harus mampu mengeluarkan isi hati nya dengan jelas, tegas dan singkat. Bukan yang penuh air mata tanpa kata-kata.. Kenapa ? Karena teman curhat kita nanti bingung… apa yang mesti dia lakukan kalo si orang yang curhat itu cuma nangis terus berjam-jam..

Untuk curhat.. dibutuhkan satu komunikasi yang baik.. supaya yang curhat bebannya menjadi ringan atau malah hilang total.. dan si pendengar menjadi bahagia karena bisa menjadi pendengar dan penasihat yang berguna.

Anda mau curhat ?? Bisa kapan saja dan di mana saja.. tapi yang penting.. jangan hanya mejadi si pencurhat… tapi kita harus menjadi pendengar yang baik juga. Saat kita berduka.. saat kita bersalah.. saat kita menyesal.. kita meminta bantuan orang lain untuk menjadi pendengar yang baik.. saat mereka terluka.. saat mereka tidak berdaya.. saat mereka dilanda badai.. anda harus siap juga menemani dan menjadi pendamping serta pendengar yang baik. Barulah hidup ini membahagiakan karena kita semua saling mengisi.

Masalahnya sekarang… saat kita mau curhat ama orang yang kita anggap dekat.. ternyata dia malah tidak mengerti isi hati kita.. dan kemudian marah-marah. Kalo sudah begini… apa yang terjadi kira-kira ????

Sebagai renungan saja… kalo orang lain punya waktu untuk kita.. kenapa kita tidak punya waktu untuk orang lain ??? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: