Catatan harian si pengembara dalam samsara


Judul buku yang bagus banget.. tentang ketika hidup menjadi berantakan !! Siapa diantara kita yang hidupnya selalu mulus ?? Saya rasa kgak ada dan kgak pernah mungkin hidup kita ini begitu mulus. Muka aja bisa muncul jerawat. Gigi aja bisa ada lubangnya. Hidung aja bisa ada melernya. Mata aja bisa ada kotorannya. Perut aja bisa ada sakitnya.. iya kan ??

Ketika hidup menjadi berantakan berbeda dengan ketika hidup berantakan. Bedanya di mana ? Ketika hidup menjadi berantakan.. ini berarti awalnya hidupnya sejahtera, damai, bahagia dan baik. Seperti langit biru yang jernih tanpa awan.. sehingga sinar matahari dan matahari terlihat dengan jelas saat kita menatap angkasa. Tapi sesaat kemudian segalanya berubah dan matahari itu hilang. Awan-awan bermunculan kemudian menutupi seluruh permukaan langit. Kemudian gelap yang dirasakan.

Ketika hidup menjadi berantakan itu pun sama seperti demikian. Hidup yang tadinya membahagiakan tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang menakutkan. Pertentangan demi pertentangan dengan orang-orang yang dicintai semakin besar. Yang tadinya suasana damai sekarang berubah menjadi keributan-keributan. Yang tadinya selalu sependapat sekarang berubah menjadi tidak sependapat. Yang tadinya dapat berbicara dari hati ke hati sekarang selalu berteriak, memaki dan menampar.

Oh… kejamnya kenyataan.. mau diubah pun rasanya sulit. Beban hidup semakin lama semakin berat. Semakin lama kita semakin tidak berdaya.. dan terperosok ke dalam lubang kegelapan. Kita membutuhkan sepasang tangan penuh kasih yang menarik kita keluar dari lumpur kepasrahan. Tapi tidak ada.. dan kita semakin rapuh, semakin lemah.. dan semakin rendah.

Saat itu.. tidak ada lagi doa-doa yang ingin diteriakan.. saat itu, tidak ada lagi pujian-pujian yang ingin dilantunkan.. saat itu, tidak ada lagi senandung-senandung untuk dikumandangkan.. semuanya senyap, bersatu dalam keheningan yang mencemaskan, menakutkan dan mengerikan.

Mata yang harusnya terpejam di malam hari.. kini selalu terbelalak setiap saat. Pikiran yang harusnya beristirahat di malam hari.. kini beterbangan kesana-kemari tidak perduli apakah pagi atau malam. Lemah.. rapuh…

Ketika hidup menjadi berantakan.. butuh waktu berapa lama kita bangkit berdiri lagi ? Butuh teman berapa orang untuk menarik kita menuju kehidupan yang terang ? Butuh berapa banyak kata yang menenankan hati dan pikiran ? Butuh berapa keahlian untuk menaklukkan kemelut diri ?

Ketika hidup menjadi berantakan… cuma satu yang dapat saya katakan.. jangan melakukan apa-apa… diam.. diam.. berhentilah.. maka anda akan melihat segalanya dengan jelas !!!

Comments on: "Ketika Hidup Menjadi Berantakan" (2)

  1. benar Suhu,..
    diam… (tapi ini hanya sementara kan..? .)
    xie xie.

  2. suhu knp hidup manusia harus sll ngalamin penderitaan2?byk org yg takut masuk neraka (dlm arti sesungguhnya).padahal menurut saya neraka di dunialah yg plg menakutkan!
    kelak hrs byk berbuat kebajikan dan sembhyg spy jgn sampe jatuh dlm reinkarnasi lg.hidup itu menderita suhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: