Catatan harian si pengembara dalam samsara

Pernikahan


Kemarin hari baik kale… bayangin aja.. ogut berkahin tiga pasang pengantin. Dari jam 12 siang sampai jam 4 sore.. stand by.. sampai kgak tau mesti apa lagi yang mau dibicarakan.😀

Pasangan-pasangan yang berbeda muncul di hadapan ogut.. bersama sanak keluarganya. Ada yang banyak, ada yang sedikit. Ada yang satu keturunan.. alias satu ras.. ada juga yang beda ras. Pernah juga ogut kasih blessing ama pasangan dari 4 partai.. Hahaha.. Ini istilah yang dikasih ama satu umat di vihara.

Kenapa 4 partai ? Dari pihak laki, bapaknya orang Singapur, emaknya orang Kalimantan.. di rumah ngomongnya pake bahasa Inggris dan Tio Ciu. Dari pihak perempuan, bapaknya orang Flores.. emaknya orang Sunda… jadi kawin adatnya kgak ngerti deh gimana.. yang pasti secara Buddhis udah sah.

Ogut sering mengibaratkan, perkawinan itu seperti orang yang berlayar naik perahu. Suami dan istri adalah pasangan dari nakhoda kapal dan kru kapal. Anak-anak adalah penumpang di kapal tersebut. Dalam perjalanan menuju pulau di seberang sana… seperti kapal Titanic.. pasti banyak rintangan yang muncul. Ada badai, ada ombak besar.. ada juga riak-riak kecil.. itu semua membutuhkan keahlian, ketelitian, kesabaran, kejelian dan kewaspadaan.

Demikian juga dalam pernikahan.. Dibutuhkan unsur-unsur tadi, selain unsur cinta tentunya.. ada unsur kesabaran, keharmonisan, pengertian, dan yang paling penting.. komunikasi adalah unsur terpenting lainnya.

Ogut sering memperhatikan, pada saat pacaran… Tiada kata-kata.. diam-diaman.. saling bertukar pandangan.. saling menatap dan saling melempar senyum.. sudah cukup mewakili isi hati. Bukan cuma isi hati.. semuanya sudah terwakili. Tapi setelah menikah.. saling tersenyum, saling memandang.. saling menatap.. udah jarang ditemukan. Yang ada malahan saling lempar kata-kata.. itupun masih belum mengekspresikan seluruh isi hati. Tambah lagi dengan tangan.. tambah lagi dengan kaki… masih belum juga puas.. akhirnya masuk berkas deh ke polisi.. jadi KDRT deh jadinya..😀

Ada lagu Broery.. Jangan Ada Dusta di Antara Kita… dalam pernikahan pun tidak boleh ada dusta di antara pasangan. Apapun yang terjadi.. kapal sudah berlayar.. anda tidak boleh balik mundur.. atau lompat dari kapal. Yang harus anda lakukan hanyalah maju ke depan.. Jangan pernah menyesali apapun yang telah anda putuskan.. jangan pernah menyesali apapun yang terjadi sekarang. Jangan pernah ingin kembali ke masa lalu. Masa lalu sudah berlalu.. jangan diingat-ingat. Dia tidak akan pernah kembali. Anda harus bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil, terutama bertanggung jawab atas komitmen yang sudah diucapkan kepada pasangan anda.

Neh syair dari lagu Broery.. untuk mengingatkan anda dengan komitmen yang dibuat pada saat upacara pernikahan…

“Ketika pertama kujumpa denganmu, bukankah pernah kutanyakan padamu, kasih… takkan kecewakah kepada diriku, takkan menyesalkah kau hidup denganku… nanti…

Memang kau bukan yang pertama bagiku, pernah satu hati mengisi hidupku dulu, dan kini semua kau katakan padaku, jangan ada dusta di antara kita kasih..

Semua terserah padamu, aku begini adanya.. kuhormati keputusanmu apapun yang akan kau katakan… sebelum terlanjur, kita jauh melangkah.. kau katakan saja…

Kasih apapun adanya dirimu, aku akan selalu sayang padamu..

Comments on: "Pernikahan" (3)

  1. ya saya membacanya menikmatinya

  2. Pak, lain kali boleh diadakan pemberkatan masal pernikahan, biar lbh praktis🙂

  3. bisakah kt menjd nahkoda yg handal spy para penumpang kt selamat sampe tujuan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: