Catatan harian si pengembara dalam samsara


無姓兒

(Kisah Master Zen Sesepuh ke-V)

 By:  星 雲 大 師

 五祖弘忍大師前生是破頭山下的栽松老者,非常仰慕四祖道信禪師,於是祈求能在他座下出家。道信禪師嫌他年紀太大,不能廣化十方,只是安慰他說:「如果你去投胎再來,我或許可以住世等你幾年。」

 Master Zen sesepuh kelima pada kehidupan lalunya adalah seorang kakek tua penanam pohon pinus dikaki gunung photou, kala itu dia sangat mengagumi Master Zen sesepuh ke empat Dau Xin, lalu dia memohon dengan sungguh-sungguh agar dapat ditasbihkan menjadi Biksu dan menjadi muridnya sesepuh keempat. Namun Master sesepuh keempat tidak bisa menerimanya, dikarenakan usianya telah senja, tidak bisa ikut membabarkan Dharma ke berbagai pelosok, Sesepuh ke empat hanya bisa menghiburnya dengan mengatakan :“Jika anda tumimbal lahir kembali. Kemungkinan saya akan terus hidup untuk menanti kamu dalam beberapa tahun”.

 栽松老者就辭別了四祖。老者來到溪邊,看到一位浣紗的姑娘,就請求說:「姑娘,我能不能借你家一住?」

 Kemudian orang tua penanam pohon tersebut berpamitan kepada Master sesepuh ke empat dan pergi ke tepian sungai, dia melihat ada seorang anak gadis yang sedang mencuci pakaian, lalu memohon pada anak gadis tersebut dengan mengatakan : Nona, bolehkah saya numpang tinggal dirumah kamu ?”

 「我上有父兄,自己不能作主,你可以去求他們。」

 “Saya tidak bisa memberi jawaban, karena saya ada Ayah dan Abang, anda bisa pergi memohon pada mereka.”

 「妳必須承諾答應,我才敢前去。」

 “Kamu harus berjanji menyetujuinya terlebih dahulu, saya baru berani pergi memohon pada mereka.”

 這位姑娘眼看暮色蒼茫,而且又是一位老人家來求宿,於是便點頭答應,然後老人就拄扙走了。這位未出嫁的姑娘,返家後沒多久,竟然懷孕了,父母認為敗壞門風,就把女兒趕出了家門。

 Anak gadis ini memandang hari telah larut senja, lagi pula yang memohon numpang tinggal adalah seorang kakek tua, akhirnya dia menganggukkan kepalanya untuk menyatakan persetujuan, kemudian kakek tua ini berjalan dengan tongkatnya lalu pergi. Sesudah beberapa hari kemudian, anak gadis yang belum menikah ini tiba-tiba mengandung, orang tuanya menganggap kejadian ini telah mencemarkan nama baik keluarga dan mengusir anak gadis ini meninggalkan rumah keluarga.

 後來她生下一個白胖男嬰,這位不幸的母親把這個父不詳的嬰兒丟棄到河裡,小嬰兒卻溯流而上,她看了大吃一驚,將嬰兒從河中抱起,決定往後即使以乞討為生,也要撫養小孩長大成人。

 Setelah beberapa bulan kemudian, anak gadis ini melahirkan seorang bayi lelaki yang putih dan sehat, ibu malang dari anak yang tanpa ayah yang jelas ini membuang anaknya yang baru lahir ke sungai, bayi yang dibuang bukan hanyut dibawa arus air sungai namun terus melawan arus dan balik kembali, ibu malang ini sangat kaget melihat keadaan demikian, lalu mengengdong kembali anaknya dari sungai, dan sejak itu dia memutuskan apapun yang terjadi, meskipun menjadi pengemis ia tetap akan membesarkan anaknya hingga dewasa.

 由於村人不知小孩父親的來歷,因此都叫他「無姓兒」。無姓兒六、七歲時,長得聰明伶俐,活潑可愛。有一天,道信禪師弘化到此地,無姓兒看到道信禪師,親熱地拉住禪師的袈裟不放,要求道信度他出家。禪師一看,原來是一個稚齡小孩,就摸摸他的頭說:「你年紀太小了,怎麼能出家呢?」

Oleh sebab orang desa tidak mengetahui asal-usul ayah dari anak ini, maka semua memanggilnya “anak tanpa marga”. Pada saat anak tanpa marga ini berusia sekitar enam atau tujuh tahun, dia sangat cerdas dan lincah. Suatu hari, Master Zen Dau Xin mengunjungi tempat ini, saat anak tanpa marga ini bertemu dengan Master Dau xin dengan akrabnya dia terus menarik jubahnya dan tidak melepaskannya untuk memohon pada Master Dao Xin agar membawanya untuk meninggalkan perumah tangga dan ditahbiskan menjadi Bhiksu, Master zen melihatnya sesaat, rupanya seorang anak kecil, lalu beliau mengusap kepalanya mengatakan : “kamu masih kecil, mana bisa meninggalkan rumah untuk menjadi Biksu ?”

  無姓兒像個小大人一樣,不悅地質問:「禪師!過去您嫌我太老,現在又嫌我太小,究竟何時才肯度我出家?」

 Anak tanpa marga ini bersikap seperti orang dewasa dan dengan tidak senang menanyakan : “Master Zen ! dulu kamu katakan saya terlalu tua, sekarang kamu katakan saya terlalu kecil, sebenarnya kapan baru anda rela mengizinkan saya meninggalkan perumah tangga untuk jadi Bhiksu?”

 道信禪師忽有所悟,趕忙問:「小孩童,你姓什麼?叫什麼?家住那裡?」

 Tiba-tiba ada yang tersadari oleh Master Zen Dau Xin, lalu dengan buru-buru bertanya : “Anak kecil, apa margamu ? apa namamu ? tinggal dimana ?

 「我叫無姓兒,住十里巷。」

 “Nama saya anak tanpa marga, tinggal di lorong shi li.”

 「人人都有姓氏,怎麼說無姓呢?你究竟姓什麼?」

 “Semua orang memiliki marga, mengapa disebut tidak bermarga, sebenarnya apa margamu?”

 「以佛性為姓,所以無姓。」

(圖/李蕭錕)

 “Benih Buddha sebagai marga saya, maka itu tidak bermarga”.

 道信禪師聽了非常歡喜,小小年紀,志氣如此宏大,堪為佛門龍象。後來四祖道信禪師將衣缽傳授給他,成為禪宗的第五祖。

 Setelah mendengarnya Master Zen Dao Xin sangat gembira, betapa besarnya cita-cita anak sekecil ini, akan bisa memikul tugas dan menjadi tokoh besar dalam kalangan Buddhis. Kemudian harinya Master Zen sesepuh ke empat mewariskan jubah patra padanya dan menjadi master Zen ke lima.

 佛教講三世因果,五趣輪轉,由禪宗五祖弘忍的經歷來看,不虛言也。說到出家,太老不要,太小不好,好在無姓兒以「佛性為姓」,因此能成為一代宗師。

 Dalam agama Buddha disebutkan hubungan sebab-akibat dalam tiga masa kehidupan, dan bertumimbal lahir di panca gatayah, dipandang dari asal-usul Master zen ke lima, sungguh merupakan suatu kenyataan. Membicarakan hal meninggalkan perumah tangga menjadi Bhiksu, tua tidak diterima, kecil tidak baik, untung anak tanpa marga ini dengan “benih Buddha sebagai marga”, oleh karena ini beliau menjadi seorang Master generasi penerus aliran Zen.

 Sumber : BLIA Cong Ru 釋宗如 (FB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: