Catatan harian si pengembara dalam samsara

Anakku dan Permata


Puncak-puncak kerinduan ada di setiap ujung nafasku. Menghentakkan jiwa yang penuh dengan kegetiran. Akankah kehidupan berlangsung tanpa hayalan ? Bukankah ini semua kosong bagai gelembung ?

Tersungkur dia pada sebuah jalan berlubang. Yang lain terperosok ke dalam jurang yang lebih dalam lagi. Tiada ampun.. tiada kompromi. Tinggal jeritan menyayat hati.. menggetarkan hari-hari yang kelabu. Memohon pertolongan, agar esok tiada lagi ketakutan !

Sementara itu… anak-anak kecil malah mengiris lengannya. Menggambar jemarinya, mengukir wajahnya… bukan dengan warna-warni… tetapi dengan keyakinan.. yang utuh dan teguh..
Tiada perlindungan lain.. selain kepada Buddha.. Dharma… dan Sangha…

Kurangkapkan kedua tanganku… Anakku… permata yang sangat mulia di dunia ini telah kalian temukan. Jadikanlah ia penghias bathinmu yang terindah… jangan biarkan ia lenyap tanpa jejak. Karena kelahiran dan kematian adalah penggoda yang paling dahsyat. Tapi mereka akan gemetar, saat bertemu dengan permatamu.

Anakku… berikan nama Tri Ratna pada permata itu. Nirvana… adalah tujuan akhirmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: