Catatan harian si pengembara dalam samsara

Saat kematian


Seminggu ini kok banyak banget orang yang meninggal ya… Hari ini yang meninggal ama-ama umur 80 tahun. Yang beberapa hari lalu oma umur 92, tua emang… yang pasti pada panjang umur… apa gua nyampe umur segitu ntar ?? Kgak tau juga.. tapi kalo dikasih umur panjang.. sakit-sakitan.. apa kgak ngerepotin orang ntarnya ya ?? Terus ngomong-ngomong.. sapa yang mau kasih umur panjang ama gua kaleee… hahahaha🙂

Tutup peti tadi pagi… cukup memilukan hati juga.. karena anak-anaknya semua pada nangis. Gua seh udah biasa liat orang menangis.. tapi yang hari ini luar biasa.. karena yang nangis dan yang manggil-manggil, “mama… mama… mama… ” itu adalah anak-anak lelakinya.. kencang banget nangisnya, bahkan sampai pake tissue buat ngusap air matanya. Sampai kgak mampu lagi buat berdiri tegak waktu tadi keliling peti buat kasih minyak wangi… oooowwww…. ting !! Ting !! Ting !!! hati gua juga bergetar…

Pengen banget gua bilang, jangan iringi kepergian mama kalian dengan air mata.. karena itu akan membuat mama kalian menderita, sedih dan tidak rela meninggalkan kalian. Yang harusnya kalian lakukan adalah ikut dengan saya.. membacakan doa-doa.. disertai satu keyakinan, bahwa mama kalian pasti akan terlahir bahagia.. doakan dan yakini bahwa mama kalian akan pergi dengan tenang, damai dan bahagia.

Kehilangan itu sudah pasti.. tapi memiliki itu belum pasti.. Saat menghadapi kematian.. saat menghadapi kesepian, saat menghadapi kesunyian.. tetap pusatkan pikiran pada kebajikan-kebajikan yang pernah dilakukan selagi kita hidup di dunia. Jangan penuhi pikiran dengan ketakutan-ketakutan, kecemasan, kegelisahan, dan kengerian pada segala hal yang belum terjadi. Biarkan semuanya mengalir seperti air…

Saat tidak dapat lagi melihat wajah dan tubuh dari orang yang kita cintai.. jangan biarkan kesedihan mengisi relung hati kita.. Penuhi pikiran kita dengan cinta kasih, dengan kebahagiaan.. bahwa beliau telah bahagia.. karena terlepas dari penderitaan duniawi seperti kita.. beliau tidak usah lagi mengalami ketakutan, kesakitan, kecemasan, kegelisan dan rasa sakit.

Yang paling pasti… Jangan biarkan orang yang kita cintai, orang yang kita kasihi… tidak rela meninggalkan kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: