Catatan harian si pengembara dalam samsara

Perhatian = Masak ??


Menurut gua, dalam membina hubungan itu kgak cukup cuma pengertian aja. Dia juga sangat membutuhkan unsur-unsur yang lain, seperti kedewasaan, kebebasan, dan yang pasti keterbukaan.

Sama kaya masak. Masak kan pasti pake garam. Tapi berapa jumlahnya di buku resep cuma ditulis “SECUKUPNYA”. Berarti, ini membutuhkan pengalaman. Makin sering kita masak, makin pintar kita memasukkan berapa banyak garam yang harus dimasukkan.

Jadi, kalo ditanya orang: “Berapa banyak garamnya?” Kita bilang setengah sendok teh… hahahaha:) rasanya pasti beda. Kenapa ?? Ayoo… renungin sendiri dong… tiap rumah beda masakan kan ??

Dalam membina hubungan juga sama. Lu butuh kesigapan, ketelitian, dan perasaan. Kalo gua bilang perhatian… lu bener-bener deh harus punya perhatian benar. Dan supaya hasilnya maksimal, lu butuh kesigapan. Begitu hasilnya beda, lu harus sigap mencoba rumus yang lainnya lagi. Terus menerus seperti demikian… kgak pernah berhenti untuk mencoba. Sayur yang sama, yang dimasak setiap hari oleh orang yang sama… rasanya pun bisa beda-beda. )

Bakalan cape seh… dan itu butuh kesabaran. So… jadilah seorang praktisi yang baik… maka hubungan kalian akan bertahan sampai akhir hayat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: