Catatan harian si pengembara dalam samsara

Bukan Salah Mereka


Tiba-tiba aku terbangun dan langsung terngiang-ngiang kalimat: “Itu bukan salah mereka.”

Iya… kenapa aku selalu menyalahkan lingkungan ? Selalu bilang, tempat kotor, tempat kumuh, gang sempit, daerah susah, kgak masuk mobil, kgak ada air, kgak ada tetangga, dll, dll, dll ?

Kenapa aku selalu menyalahkan orang lain ? Selalu bilang, tidak diperhatikan, habis manis sepah dibuang, tidak disapa, tidak disuruh ? Bandel, nakal, keras kepala, egois, bawel, rakus, malas, sombong, bodoh, dll ????

Kenapa aku selalu menyalahkan keadaan ? Macet, berisik, panas, dingin, bocor, lapar, haus…

Sebenarnya, aku yang salah.. aku yang tidak membuka diri. Aku tidak menghargai semua situasi dan keadaan yang diberikan oleh alam kepadaku.

Harusnya aku bersyukur dengan orang-orang, keadaan, dan kondisi-kondisi yang kutemui. Karena itu artinya, aku punya kesempatan untuk menghargai kehidupanku, menghargai waktuku, dan mencari tujuan akhir.

Dengan adanya masalah, aku harusnya berterima kasih. Artinya aku diberi kesempatan untuk menjadi dewasa.

Sebetulnya bukan salah mereka… tapi salah aku !! Seharusnya aku menjadikan bathinku seluas alam semesta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: