Catatan harian si pengembara dalam samsara

Pengembara

Bilamana seseorang mendapat teman yang bijaksana dan bekerja sama dengannya, maka hidup baik, tenang, gembira dan dapat mengatasi semua mara bahaya..

Bilamana seseorang mendapat teman yang bijaksana dan bekerja sama dengannya, maka ia bagaikan meninggalkan kerajaan yang ditaklukkannya; ia dapat hidup sendiri seperti gajah yang mengembara dengan bebasnya dalam hutan.

Lebih baik hidup menyendiri daripada berteman dengan si dungu. Hiduplah menyendiri tanpa berbuat jahat dengan penuh ketenangan, bagaikan gajah yang mengembara dengan bebasnya dalam hutan.

Yamaka Vagga I 328-330

Mimpi Tadi Malam

Gua diundang ke satu acara di satu vihara tapi gak tahu di mana. Begitu masuk ruangan ada umat yang tiba-tiba nangis mau meluk satu suhu. Gua baru sadar bahwa di sini sedang berlangsung pesta perpisahan. Suhu tersebut mau ninggalin vihara dan umatnya lagi sedih. Banyak umat dan suhu-suhu yang gak gua kenal. Sepertinya gua juga sering masuk vihara ini. Malah dalam hati gua ada bilang, kalau suhunya ada kalian malah jarang datang, suhunya mau pergi kalian malah tangisi. Aneh !
Terus suhu tersebut pergi naik mobil. Kami keluar lah antar dia. Eh ternyata vihara ini ada di atas gunung. Jalan di depan vihara ternyata kanan kirinya jurang. Suhu tersebut udah masuk mobil tapi si mobil malah mau jalan mundur bukan putar balik. Wow… gua lupa siapa yang kasih tahu, akhirnya si sopir muter kepala mobil jadi arahnya normal, menghadap jalan bukan disetir mobil. Pergilah dia dengan aman.
Nah gua juga mau pergi dong. Gua naik mobil lah ama suhu yang bandung. Sama kaya suhu tadi, sopir mobil ini gak mau puter balik si mobil. Dia tetap maksa mobil jalannya mundur. Nah jalanannya kecil dan berkelok-kelok, mana tinggi lagi di atas gunung, gua gak yakin bakal selamat lah.
Bener juga yang gua bilang, gak lama begitu ada turunan si mobil udah gak bisa dikuasai lagi. Ia langsung meluncur mundur. Cepat banget! Wow! Gua nengok ke belakang, wah yang keliatan bukan jalanan tapi pucuk-pucuk pohon yang tinggi. Terus ujung belakang mulai gak di aspal, start lah journey kami melayang di udara. Sungguh! Kami melayang di udara sama si mobil dan sopirnya.
Gua langsung bilang ama suhu bandung: udah saatnya kita nian fo. Yang lain gak usah dipikirin. Gua mulai dah nian fo, dan gua udah gak tahu apa yang terjadi dengan pohon-pohon, tetangga di samping bangku, sopir di depan gua, atau si mobil ini. Gua terus nian fo. Gua udah pasrahin semuanya. Gua lepasin semua beban dalam pikiran. Sebebas-bebasnya. Karena gua tahu, waktu gua tinggal hitungan menit aja.
Udah beberapa saat nian fo, gua bingung kok ini mobil gak berhenti-berhenti ya. Aneh juga. Gua jadi buka mata. Eh… kok kami gak nabrak pohon-pohon. Kayanya ada yang pilih jalan yang kudu dilewati. Tahu-tahu ujung belakang mobil kena aspal yang ada di bawah gunung, terus mobil meluncur lagi di aspal. Cuma perasaan takut jadi muncul begitu di aspal. Soale semua bentuk jadi kelihatan. Ada becak, orang, sungai, rumah, dan yang lupa gak keingat. Pokoknya gua berasa rame banget lah. Dan seram banget!
Mobil berhenti juga akhirnya. Gua langsung kabur turun masuk vihara lain. Gua bangun dah. Eh ternyata cuma mimpi. Itu mimpi gua tadi malam. Mungkin karena semalam gua habis nulis Personal PD ya tentang si gunung. Wkwkwkwks…. Kalau benar mobil bisa jalan mundur, gua yakin dah semua orang udah tabrakan. Orang aja gak mampu jalan mundur apalagi mobil yang cuma mengandalkan dua spion kanan kiri dan tengah. Ampun dah !
Ya satu hal yang gua pelajari, melepas itu gak segampang menulis artikel. Melepas itu gak segampang yang diucap di mulut. Melepas itu membutuhkan semangat. Melepas itu membutuhkan energi besar. Melepas itu…. berarti gak melihat gunung itu lagi sendirian. Hmmm… apa hubungannya ya…. xixixixi…
Bogor, 27.03.2017
Carya 07:01:40

 

How are you?

Biasa nanya orang how are you, sekarang ditanya orang, rasanya aneh ya. Waktu message dibuka… Ya senang bacanya, ya bingung jawabnya, ya ragu-ragu ngetiknya, yang pasti seperti gong yang lagi dibunyikan, artinya gua diingatkan kalau gua tuh punya PR… hohoho, dan jadi susah rasanya. 🙂
Gua malas mikir tentang hal itu. Gua malaaaaaaaaaasssssss banget. Kaya ketemu tembok gede banget. Temboknya bukan lagi dari baja. Bukan kaya kayu, tembok, besi, atau benda dari alam manusia. Pokoknya itu bahan susah ditembus dah. Liat aja udah tahu gak mungkin ditembus. Mau jalan ke dekatnya aja malas. Apalagi cari sesuatu buat nembusnya. Hadeeeeuuuuuhhhhh gak banget dah. Kayanya pengen ngomong ama yang ngasih tugas, tega amat seh kasih tugas begituan. 😦 😦 😦
Mikir aja udah malas apalagi buat usahanya. hiks…. 
Sebelum gua akhiri, how are you semuanya? Semoga apa yang kalian pikirkan, tercapai ya. Selamat hari Minggu. Be happy… 🙂
Bogor. 26.03.2017
07:53:12

 

 

 

19.03.2017

Hari yang spesial buat gua karena 3 peristiwa terjadi di hari ini. Pertama pesta ulang tahun sukong yang ke-72 di Sun City, gua sie penerima tamu dan gua gak bisa hadir. 😦 
Nyebelin banget kan ya… gua pikir pestanya malam jadi gua ikutan workshop 4 hari. Gak tahunya…. hancur dah ini kepala kalau ketahuan. Hiksss….. Gua cuma berharap dalam doa-doa gua supaya sukong selalu sehat dan panjang usia. Melihat muka sukong yang berseri-seri dari Jumat kemarin, hati gua juga ikut senang. Gua ikut bermudita cita. 
Yang kedua, yang gak mungkin gua lupa adalah hari pembagian sertifikat sebagai peserta workshop dan luar biasa, di workshop terakhir dengan gambar kanvas ini, pikiran gua cuma berfantasi pergi ke ulang tahun sukong dan membayangkan betapa seru, ramai, dan megah acaranya. Jadi…. badan gua di tempat workshop tapi hati gua ada di pesta. Jadinya gua gambar aja suasana pesta ke-72 di mana semua tampak cerah, ceria, dan menyatu. Pikiran gua menyatu dalam gedung walaupun gak liat pake mata sendiri. Hiiikkkssss… 😦
Yang ketiga, ternyata hari ini ulang tahunnya Ibu Alice. Wow, malam-malam dengan segala ketakutanku pada sesuatu yang baru… aku datang juga ke rumah ibu. Makan malam bersama walaupun gua telat dan hanya nyomot-nyomot kangkung, kue, dan minuman serta sayur asam, tapi gua berasa ada yang lain malam ini. Apa itu? Nah, ternyata gua pernah ada di rumah itu, gua pernah merasakan suasana tersebut. Mau tahu maksudnya gua? Yooo…. pas gua mau duduk di bangku, tiba-tiba ada anak kecil cowok di seberang gua ngomong sesuatu (gua lupa apa) sambil tangannya nunjuk ke atas… dan langsung gua balik ke belakang, gua pernah di sini, gua pernah datang, gua pernah bersama mereka, gua pernah di ruangan ini. Luar biasa … dan gua gak tahu, mesti ngomong apa lagi. Betul-betul ajaib ya… dan akhirnya cuma speechless… shock tepatnya. Mimpi gua… comes true. Dejavu????
Intinya…. Selamat ulang tahun sukong…Selamat ulang tahun Ibu Alice, Be happy….
Dan Thanks a lot untuk Prof. Monty atas segala pengajarannya. I’ll miss three of you.
Bogor, 19.03.2017
Carya 23:53:10
Hmmm…. Susah banget jawab pertanyaan ini. Pengennya gak mau sama kamu, tapi PR aku harus bareng sama kamu. Kamu benar-benar bikin aku susah dah. wkwkwkwk, kenapa harus masuk mendekati kamu? Kenapa harus menembus kamu? Kenapa harus memasuki kehidupan kamu? Kenapa harus? Kenapa?

Cukup rasanya liat kamu dari jauh aja. Cukup rasanya liat kamu dari sini saja. Cukup rasanya liat kamu dari sudut mata saja. Cukup saja, sampai di situ saja. Gak usah dekat sama kamu, dan kamu pun gak usah mencari akal untuk membuat aku berjalan ke arah kamu. Cukup kamu di sana dan aku di sini saja. Kita jangan saling mengganggu, karena hidupku sekarang sudah tidak aman gara-gara kamu menjadi PR buat aku. lol 🙂

I try but I can’t seem to get myself to think of anything but you
Your breath on my face
Your warm gentle kiss
I taste the truth
I taste the truth
We know what I came here for
So I won’t ask for more
I wanna be with you
If only for a night 
To be the one whose in your arms
Who holds you tight
I wanna be with you
There’s nothing more to say
There’s nothing else I want
More than to feel this way
I wanna be with you
So I’ll hold you tonight
Like I would if you were mine to hold forever more
And I’ll savour each touch that I wanted
So much to feel before (To feel before)
How beautiful it is
Just to be like this
Oh baby I can’t fight this feeling anymore
It drives me crazy when I try to
So call my name
take my hand
make my wish baby, your command

Bogor, 17.03.2017
Carya 22:25:10

 

Mengaduk-aduk segala rasa di setiap malam hanya untuk memikirkan kamu yang penuh dengan misteri. Mengaduk-aduk segala pikiran di setiap malam hanya untuk memikirkan kamu yang penuh dengan daya tarik magis sehingga banyak orang yang begitu ingin mendekati kamu namun mereka hanya berani menatap kamu dari kejauhan. Mengaduk-aduk segala opini di setiap malam hanya untuk menentukan apakah aku harus mendekati kamu atau tidak.
Kamu begitu anggun, kamu begitu menarik, kamu begitu mempesona, meski kamu sangat dingin.

Kamu menebar karisma yang sangat kuat. yang  menyebabkan banyak orang mendekati kamu dan berusaha untuk memiliki kamu. Kamu ini seperti madu dan racun. Ketika gerah dengan kota, kamu adalah tujuan yang didamba. Ketika jenuh dengan aktifitas, kamu adalah penawar duka. Ketika penat dengan aktifitas, kamu adalah sumber kegembiraan. Ketika lelah dengan kehidupan, kamu adalah obat penenang yang menyejukan.

Ketika  banyak orang yang berjuang untuk meraih kamu, mencintai kamu, dan akhirnya mencampakkan kamu, pesona kamu tetap bertahan menggetarkan banyak orang, namun yang pasti bukan aku 🙂
Bogor, 17.03.2017
Carya 22:16:05
Seperti berjuang menguras setengah tenaga,
Hanya berusaha untuk memecahkan batu karang yang sudah berusia ratusan juta tahun,
Lelah, capai, geram, dan jujur saja tidak ada keinginan untuk maju sama sekali.
Seperti sedang berusaha membuat badai salju di atas gunung berhenti.
Seperti sedang berusaha membuat gemuruh ombak berhenti.
Seperti sedang membuat air hujan naik kembali ke atas sana.
Sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi.
Dan ini mengerikan…
Karena hal ini tidak akan mungkin terjadi
Bogor
Carya.17.03.2017

Gunung Itu

Gunung itu tinggi menjulang,
Ia berdiri tegak dan tidak tergoyahkan.
Ia tidak dapat diraba,
Ia tidak dapat disentuh,
dan ia tidak dapat dicium baunya.

Ia berdiri sendiri….
Dan jauh sekali.
Gunung itu ada di sana, 
Ia tidak mengganggu aku,
Ia tidak juga mengganggu kamu,
Ia tidak mengganggu apapun,
Ia tidak mengganggu siapapun.

Ia diam, ia tenang, dan sekilas ia nampak bersahabat.
Namun demikian,
Tak seorangpun yang mendakinya.
Gunung itu tegak di sana,
Ia hanya enak untuk dipandang,

Ia hanya indah dari kejauhan,
Ia dikelilingi oleh air yang tidak ada batasnya,
Ia dikelilingi oleh pasir yang kasar butirannya,
Ia seperti berada di belahan bumi yang berbeda.
Gunung itu,
Gunung misterius,
Gunung yang diam seribu bahasa,
Gunung yang menyimpan banyak misteri,
Gunung yang tidak dapat ditebak kehangatannya,
Gunung yang  sangat tidak diharapkan,
Gunung yang sangat membuat hati resah.
Gunung itu,
Membuat kekakuan semakin kaku,
Membuat rasa dingin semakin menusuk,
Membuat rasa gundah semakin bertambah,
Membuat hitam semakin pekat,
Membuat kematian semakin jelas,
Membuat kehidupan semakin hambar.
Gunung itu,
Seperti batu nisan yang dipancangkan di tanah merah,
Seperti pacul yang menggelinding lepas kendali,
Seperti manusia sawah yang hidup tanpa nyawa,
Seperti gertakan petir di siang bolong, 
Seperti bayang-bayang mengikuti kegelapan.
Gunung itu,
Gunung kita.
Bogor, 14.03.2017
Carya 22:14:15