Pengembara

15 11 2008

Bilamana seseorang mendapat teman yang bijaksana dan bekerja sama dengannya, maka hidup baik, tenang, gembira dan dapat mengatasi semua mara bahaya..

Bilamana seseorang mendapat teman yang bijaksana dan bekerja sama dengannya, maka ia bagaikan meninggalkan kerajaan yang ditaklukkannya; ia dapat hidup sendiri seperti gajah yang mengembara dengan bebasnya dalam hutan.

Lebih baik hidup menyendiri daripada berteman dengan si dungu. Hiduplah menyendiri tanpa berbuat jahat dengan penuh ketenangan, bagaikan gajah yang mengembara dengan bebasnya dalam hutan.

Yamaka Vagga I 328-330





KACA MATA

3 02 2010

KACA MATA. Judulnya KACA MATA. Aku baca berulang-ulang… KACA MATA. Emang seh KACA MATA.. bukan KACAMATA lho…. hehehehe… bingung ? Noh kgak ada spasi dan ada spasi. Kalo yang kgak ada spasinya seh udah tahu… KACAMATA.. alat bantu indra penglihatan kita supaya bisa melihat lebih jelas, lebih terang dan lebih mantap.

Tapi KACA MATA di sini… artinya kaca yang terletak di depan mata. Kaca ini kgak sama dengan kacamata baca, yang biasa dimiliki orang-orang. Kaca mata ini… adalah kaca yang tidak ada ukurannya dan tidak bisa diukur oleh siapapun. Kaca yang dimaksud di sini… cuma diketahui oleh diri kita sendiri.. bahkan sahabat terdekat kita sendiri juga kgak tau bentuk kaca mata ini seperti apa.

Sekarang… gua ingin jelasin kaca mata yang gua punya. Buat perbandingan kalian… seperti apa seh kaca mata yang kalian miliki ?

Kaca yang gua miliki bentuknya transparan. Kalo gua lagi suka ama orang… kaca itu jadi bersinar-sinar penuh dengan harapan, penuh dengan kebahagiaan, penuh dengan hiburan, penuh dengan kesombongan, penuh dengan kenikmatan-kenikmatan, penuh dengan sorak sorai.

Kalo gua lagi kgak suka ama orang, kaca ini berubah.. menjadi buram. Menjadi berwarna-warni. Menjadi tidak ceria. Menjadi kecemburuan. Menjadi iri hati. Menjadi dengki. Menjadi dendam. Menjadi kesedihan. Menjadi kegelisahan. Menjadi kekhawatiran. Menjadi kejenuhan. Menjadi kebosanan. Menjadi pilih kasih. Menjadi keserakahan. Menjadi bencana dan musibah buat orang lain… dan gua sendiri.

Gua tahu… harusnya kaca mata ini… tranparat, tidak berwarna, bening, tidak memilih, tidak memihak, tidak membedakan, tidak menonjolkan diri, tidak gelisah, tenang, damai, dan tidak tergoyahkan. Tapi gua kgak tau… kenapa kaca mata yang gua miliki selalu berubah-ubah setiap saat.

Waktu gua galau, waktu gua merana… kaca ini ikutan galau, ikutan merana. Waktu gua bahagia, waktu gua gembira.. kaca ini ikutan bahagia, ikutan gembira. Terus menerus kaca ini berganti warna, berganti fungsi. Dan karena berganti bentuk setiap saat….. gua jadi bosan, gua jadi jenuh dan gua jadi risau. Sampai kapan kaca mata ini terus berganti-ganti ? Sampai kapan kaca mata ini terus berubah-ubah ???

Kaca mata kalian…. apakah sama seperti kaca mata yang gua miliki ? Terus berubah-ubah ? Melihat orang baik… kita ikutan muji. Melihat orang jahat.. kita ikutan mencela. Melihat orang baik yang telah kita puji terus jadi jahat… kita akhirnya ikutan mebenci.. Ah, cape ya !!! Cape kgak ? Cape dengan kaca mata ini… Cape dengan ilusi-ilusi kita yang terus berubah-ubah hingga kaca mata kita juga ikutan berubah.

Kaca mata… oh kaca mata… sampai kapan kamu nempel terus di pikiranku ? Sampai kapan kamu bisa kutinggalkan dan kulepaskan tanpa ada beban lagi ??

Kaca mata…..





Matahari

3 02 2010

Udara Bogor lebih dingin dari Bandung tapi tidak lebih panas dari Jakarta. Bedanya karena Bogor disebut Kota Hujan, maka jarang banget kita liat jalanan kering kerontang penuh dengan debu-debu beterbangan. Hampir tiap hari, Bogor diguyur hujan. Kalaupun panas… paling panas beberapa hari doang, kgak nyampe seminggu rasanya… eh udah hujan lagi. Hohoho…

Hujan ini kadang bisa pagi, bisa siang, bisa sore, dan bisa malam. Apalgi kalau kaya sekarang, musim yang kgak jelas musim hujan atau musim kemarau, hehehe. Kapan aja bisa hujan. Dan yang lucu, di Bogor sering kedengaran suara bising… suara angin… namanya angin ribut. Kalo kita lagi diam di lantai yang tinggi… pasti shock dan cukup tegang juga waktu dengar suara ribut-ribut, bising-bising begitu… aneh lah suaranya.. dan anginnya kencang sekali kayanya bener deh, lagi pada ribut anginnnya. Hahahaha…..

Tapi gua mau bahas matahari… bukan hujannya juga bukan anginnya. Matahari yang tiap hari kita liat, sama seperti yang kalian liat. Sudah beberapa minggu ini gua liat langit warnanya abu-abu.. alias awannya tebal banget. Kadang liat kabut. Kadang malah kgak liat apa-apa saking derasnya hujan. Dan cuaca yang seperti begini… bikin kepala sakit, bikin kita pengen tidur lagi, pengen malas-malasan lah.

Sampai suatu pagi, gua liat semuanya kgak keliatan…  rumah-rumah di bawah kgak keliatan gentengnya, jalanan lebih-lebih lagi gelapnya… liat ke atas juga gelap… yang ada cuma suara air hujan deras banget turun dari langit sana. (Sebetulnya bukan turun dari langit ya…. :D ). Dan muncul satu kedamaian dalam diri gua. Damai bukan karena hujan, bukan karena awan, bukan karena bisa tidur lagi. Hehehe…

Gua damai karena gua yakin matahari tetap seperti kemarin, tetap seperti tahun lalu, tetap seperti ratusan tahun yang lalu… terbit dari timur dan tenggelam di barat. Gua damai karena membayangkan matahari tetap konsisten untuk selalu terbit walalupun bumi lagi badai, walaupun manusia-manusia lagi pada berantem, walaupun awan-awannya tebal banget, walaupun kgak keliatan ama manusia. Betapa hebatnya matahari kita !! Tapi kita selalu melupakan matahari dan kalo matahari tidak muncul, kita nyalahin matahari. Padahal ??? Matahari selalu setia bersama kita, selalu muncul dan selalu bersinar untuk kita. Cuma masalahnya awa-awan selalu menghalangi sinar matahari jadi aja kita kgak bisa liat matahari dengan terik.

Manusia ada bosannya. Manusia ada jenuhnya. Manusia ada berhentinya. Pernah kita bayangin kgak… apa jadinya kita ini kaauo matahari cuti bersinar 2 minggu ? Jangan lama-lama deh… matahari cuti bersinar selama 1 hari satu malam ?? Wah… bunga-bunga, pohon-pohon pasti kgak akan tumbuh, kemudian orang-orang juga kgak tau mesti kerja apa ya… karena semua harus pake listrik… terus digilir lagi mati hidupnya… Aaahhhh.. susah deh !! :)

Gua sebetulnya ingin seperti matahari… gua juga ingin orang-orang seperti matahari. Selalu konsisten berbuat baik, selalu konsisten menjaga ucapan, pikiran dan perbuatan kita. Seperti matahari, walaupun ada badai, walaupun ada kerisauan, walaupun ada kegundahan, walaupun ada rintangan batin, walaupun ada kemalasan, ada kemarahan, ada kebosanan, ada kejenuhan.. kita tetap harus seperti matahari. Tetap terbit dan tidak pernah cuti untuk bersinar….

:D :D :D





Pelangi

2 02 2010

Hari ini.. tepatnya sore-sore sekitar jam 5 an… gua tiba-tiba liat lingkaran besar banget di langit… di antara gunung-gunung… indah dan mempesona ! Lingkaran pelangi yang sangat menakjubkan. Biasanya gua liat yang kecil. Ini yang gua liat gede banget… sampai gua buru-buru ambil kamera buat di foto, buat diabadikan. Belum tentu besok lusa gua bisa liat pelangi se “WONDERFUL” begitu. :D :D :D

Hidup kita juga kaya pelangi. Berasa kgak ? Kalo pelangi cuma punya 7 warna, istilahnya mejikuhibiniu… dipanjangin jadi Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu.. kalo kita manusia, punya banyak warna. Kalo gua bilang seh kita lebih punya banyak pelangi daripada sekedar punya banyak warna. Hehehe…. pelangi punya tujuh warna.. dan kita punya banyak pelangi, artinya warna kita buanyak banget… dan kgak bisa disebut satu-persatu.

Contoh ? Mau  contoh ?

Ada warna kebencian. Ada warna kebahagiaan. Ada warna kerinduan. Ada warna kemarahan. Ada warna kepura-puraan. Ada warna kesombongan. Ada warna keinginan. Ada warna kedamaian. Ada warna keharuan. Ada warna kehangatan. Ada warna keceriaan. Ada warna kesuksesan. Ada warna kekeringan. Ada warna kegetiran. Ada warna kepahitan. Ada warna rasa malu. Ada warna… warna apa juga ada. Betul??

Dan pelangi-pelangi dalam hidup kita itu… telah membuat kita menjadi tambah indah, tambah semarak dan tambah aduhai. Kadang tambah nge BT in. Kadang tambah lebih semangat. Kadang tambah lebih membosankan. Kadang tambah lebih kgak PD. Kadang tambah lebih membahagiakan. Kadang tambah lebih …. ??? Terserah anda deh… mau nya lebih apa. Warna-warna pelangi kita kan beda… hehehehe…

Yang pasti.. pelangi besar atau pelangi kecil… semuanya sama indahnya. Hidup kita juga begitu… mau warna yang  indah atau warna yang aneh.. tetap aja wonderful. Karena adanya pelangi ini… bikin kita jadi punya cinta. Karena adanya pelangi ini.. bikin kita jadi punya harapan. Karena adanya pelangi ini.. bikin kita jadi punya kesetiaan. Karena adanya pelangi ini… bikin kita punya air mata kesedihan lus kebahagiaan. Karena adanya pelangi ini… bikin kita pengen terus sehat, panjang umur dan sukses selalu. :D :D :D

Karena itu… nikmatilah pelangi-pelangi dalam hidup kita… saat pelangi itu muncul, dia bisa lenyap dan entah kapan bisa muncul lagi. Kalau pun muncul lagi pelanginya, belum tentu pelanginya seindah yang dulu.. atau mungkin lebih indah pelangi yang sekarang daripada pelangi yang dulu.

Oleh karena itu…. mari kita sambut pelangi-pelangi dalam kehidupan kita ini… agar hidup kita selalu ceria dan selalu berseri :D :D :D